Bandara Supadio Maksimalkan Terminal Kargo Layani Ekspor-Impor Kalbar

Bandara Supadio

PONTIANAK, borneoreview.co – Manajemen Bandara Internasional Supadio Pontianak menyiapkan kapasitas terminal kargo yang memadai untuk mendukung peningkatan aktivitas ekspor dan impor Kalimantan Barat seiring dibukanya penerbangan langsung Pontianak-Singapura yang diharapkan menjadi pintu perdagangan internasional dari provinsi tersebut.

“Kami mengapresiasi sejumlah maskapai luar yang telah memilih Bandara Internasional Supadio sebagai salah satu rute internasional. Kami berharap rute ini terus berkembang karena menjadi momentum penting membuka konektivitas Kalimantan Barat dengan dunia internasional melalui Singapura,” kata General Manager Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti di Sungai Raya, Rabu (1/7/2026).

Di sektor logistik, Bandara Supadio telah memiliki terminal kargo berkapasitas sekitar 40 ribu ton per tahun dan hingga kini masih memiliki ruang yang cukup besar untuk mengakomodasi peningkatan volume pengiriman barang, termasuk komoditas ekspor dari Kalimantan Barat.

“Kami sudah memiliki terminal kargo dengan kapasitas sekitar 40 ribu ton per tahun dan saat ini masih tersedia kapasitas yang cukup. Perkembangan kargo di Bandara Supadio juga terus meningkat dari tahun ke tahun, bahkan menjadi salah satu yang pertumbuhannya tertinggi di Indonesia,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan fasilitas tersebut menjadi modal penting dalam mendukung peluang ekspor internasional, terutama melalui penerbangan langsung ke Singapura yang dapat dimanfaatkan sebagai hub distribusi menuju berbagai negara tujuan.

Komoditas unggulan Kalimantan Barat, seperti hasil perikanan, produk perkebunan, hasil pertanian, hingga produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dinilai memiliki peluang besar untuk dipasarkan ke mancanegara melalui layanan kargo udara yang menawarkan kecepatan distribusi dan menjaga kualitas produk.

Maya menambahkan, pihaknya terus menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar Bandara Supadio mampu melayani kebutuhan logistik internasional secara optimal, sejalan dengan meningkatnya aktivitas perdagangan luar negeri dari Kalimantan Barat.

Ia berharap optimalisasi terminal kargo, didukung semakin terbukanya konektivitas penerbangan internasional, dapat menjadikan Bandara Supadio sebagai salah satu gerbang ekspor-impor strategis di Kalimantan, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Kalimantan Barat di pasar global.

Dia mengatakan pembukaan rute internasional oleh maskapai Scoot pada Senin (29/6) menjadi momentum penting dalam memperkuat konektivitas Kalimantan Barat dengan pasar global melalui Singapura yang merupakan salah satu pusat penerbangan internasional di kawasan Asia.

Menurut Maya, Bandara Changi di Singapura merupakan bandara hub internasional yang menghubungkan berbagai negara di Asia maupun kawasan lainnya.

Kehadiran rute langsung tersebut diyakini memperkuat akses Kalimantan Barat ke jaringan penerbangan global sekaligus mendukung pengembangan sektor perdagangan, investasi dan pariwisata.

Ia mengatakan Bandara Supadio berkomitmen mendukung pemerintah daerah dalam memperluas konektivitas internasional yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.

Selain meningkatkan mobilitas penumpang, rute tersebut juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar ekspor.

Maya menegaskan Bandara Supadio terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan sebagai bagian dari komitmen memberikan layanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *