BATU, borneoreview.co – Manajemen Batu Secret Zoo di Jatim Park 2, Kota Batu, Jawa Timur melakukan pemantauan terhadap perkembangan pertumbuhan bayi dari satwa bekantan (nasalis larvatus) yang dilahirkan pada 30 Januari 2026.
Melansir Antara, Rabu (15/4/2026),
Dokter Hewan Batu Secret Zoo Hana Mitsuki, mengatakan tim dokter secara rutin memberikan asupan khusus berupa vitamin dan makanan tambahan.
“Proses kelahirannya lancar, kini kami memberikan pengawasan khusus berupa dukungan vitamin dan makanan tambahan. Kemudian meminimalkan intervensi terhadap satwa karena tingkat stresnya sangat tinggi,” kata Hana, kemarin.
Hana menyatakan belum bisa memastikan apakah anak bekantan itu berjenis kelamin jantan atau betina, lantaran sejak dilahirkan hingga saat ini masih terus dalam pengawasan induknya.
“Jadi selama tiga sampai lima bulan bayi bekantan selalu digendong sama indukannya,” ujar dia.
Bayi bekantan yang lahir pada 30 Januari 2026 merupakan kelahiran kedelapan dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Secara keseluruhan jumlah satwa itu yang menjadi koleksi kebun binatang itu kini berjumlah 10 ekor.
Dia menjelaskan program pengembangbiakan bekantan tidak mudah dilakukan, karena harus memperhatikan kemampuan adaptasi satwa terhadap cuaca dan lingkungan.
Pasalnya, habitat alami bekantan berada di kawasan pesisir dengan karakteristik suhu yang cukup panas dan berbeda dengan suhu di Kota Batu yang tergolong lebih sejuk.
Oleh karenanya, manajemen harus menyediakan area berjemur dan memasang alat pemanas suhu udara pada kandang bekantan.
Pada area satwa tersebut turut diberikan kolam air sehingga bekantan bisa tetap melakukan aktivitas berenang sebagaimana perilaku alami di habitat asal.
Tim dokter dan perawat satwa juga melakukan penyesuaian secara spesifik terhadap jenis pakan yang diberikan, salah satunya berupa tanaman bakau.
“Alhamdulillah satwanya dapat melakukan breading, karena mereka juga merasa sudah beradaptasi dengan lingkungannya,” ucap Hana.***
