BMKG Catat 21 Gempa Tektonik Guncang Kalimantan Sepanjang Januari 2026

gempa bumi

BANJARMASIN, borneoreview.co – Stasiun Geofisika Balikpapan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan data rekapitulasi aktivitas seismik di Pulau Kalimantan sepanjang Januari 2026 dengan total 21 kejadian gempa bumi tektonik.

Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan Rasmid melalui keterangan yang diterima di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin, (2/2/2026) menyebutkan, rentetan aktivitas ini didominasi oleh aktivitas sesar lokal yang tersebar di wilayah Kalimantan Selatan, Timur, Utara, dan Barat.

“Secara statistik, frekuensi gempa pada bulan pertama tahun 2026 ini cukup fluktuatif, dengan puncak aktivitas terjadi pada pekan III dan IV di wilayah Kalimantan Barat,” tulis laporan tersebut.

Aktivitas gempa tercatat mulai pada Sabtu (3/1/2026) dimana Kalimantan Selatan diguncang tiga kali gempa, yakni di Balangan pukul 12.18 WITA (M2,6) dan 12.36 WITA (M2,6), serta di Kotabaru pukul 12.24 WITA (M3,1).

Sehari setelahnya pada Minggu (4/1/2026), gempa M2,7 terjadi di wilayah Berau, Kalimantan Timur, pada pukul 12.33 WITA.

Aktivitas berlanjut pada pekan kedua, dimulai dari Kotabaru pada Kamis (8/1/2026) pukul 03.51 WITA (M3,1), disusul Hulu Sungai Tengah pada Jumat (9/1/2026) pukul 07.04 WITA (M2,4). Pada Sabtu (10/1/2026), gempa kembali terjadi di Tabalong pukul 11.10 WITA (M2,7) dan Berau pukul 12.21 WITA (M2,5).

Wilayah Kalimantan Barat mulai menunjukkan peningkatan aktivitas pada Minggu (11/1/2026) dengan gempa di Pontianak-Mempawah pukul 00.35 WITA (M2,7) dan Kayong Utara pukul 17.23 WITA (M2,2).

Memasuki pekan ketiga, Jumat (23/1/2026), menjadi hari dengan frekuensi tertinggi. Wilayah Sekadau diguncang gempa utama M4,8 pada pukul 15.47 WITA yang dirasakan skala III-IV MMI.

Pada hari yang sama terjadi tujuh kali gempa susulan di Sekadau dengan magnitudo berkisar antara 2,1 hingga 3,3, serta satu kejadian gempa di Bulungan, Kalimantan Utara, pukul 19.01 WITA (M3,1).

Pada Sabtu (31/1/2026), wilayah Sekadau kembali menunjukkan aktivitasnya dengan gempa berkekuatan M3,9 pada pukul 14.50 WITA, yang kemudian diikuti oleh lima kali rentetan gempa susulan (M2,2 hingga M2,7) hingga menjelang tengah malam.

BMKG menyampaikan dari 21 kejadian tersebut, mayoritas merupakan gempa dangkal di bawah kedalaman 50 kilometer.

Meskipun Pulau Kalimantan dikenal sebagai wilayah yang relatif aman secara tektonik, adanya rentetan gempa ini menunjukkan pentingnya penguatan mitigasi bencana dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi sesar lokal yang masih aktif.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan informasi melalui aplikasi InfoBMKG dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *