SAMARINDA, borneoreview.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda meminta semua pihak terkait di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga kabupaten/kota menyiapkan mitigasi dalam menghadapi perkiraan musim kemarau.
Melansir Antara, Jumat (17/4/2026), musim kemarau di wilayah Kaltim diperkirakan hadir pada Juni, Juli, hingga Agustus 2026.
“Semua pihak terkait kami harap melakukan kesiapsiagaan menghadapi dinamika iklim saat ini dan prakiraan kemarau yang akan terjadi mendatang,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto BMKG Samarinda Riza Arian Noor, kemarin.
Pihak terkait tersebut antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas Kehutanan.
Menurut Riza Arian Noor, di balik angka dan grafik yang BMKG sajikan terkait prediksi cuaca, terdapat nilai strategis bagi banyak sektor kehidupan, baik terkait mitigasi yang berhubungan dengan pendayagunaan sumber daya air, sektor pangan, kewaspadaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), maupun kemungkinan kekeringan.
Jika musim kemarau tiba, maka kawasan pertanian akan kesulitan mendapatkan air, sehingga tanaman yang berada di lahan kering akan sulit tumbuh seiring kekeringan yang melanda. Bahkan jika tumbuh pun, berpotensi menghasilkan panen yang tidak maksimal.
Untuk itu, dinas terkait tentu memiliki kewenangan dalam penyediaan air bagi pertanian, misalnya memaksimalkan fungsi waduk, bendungan, irigasi, danau penampungan, hingga sumur-sumur untuk mencukupi air pada tanaman.
Sedangkan instansi yang bergerak di sektor kebencanaan, kehutanan, dan lainnya yang masih berkaitan diimbau intensif melakukan kolaborasi dalam mitigasi karhutla.
Ia menyebutkan kemarau di sejumlah wilayah di Kaltim secara umum diawali pada Juni, sedangkan rincian per kabupaten/kota, yakni di Kabupaten Berau, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara diperkirakan terjadi pada pertengahan Juni hingga Agustus, awal kemarau di Kota Bontang pertengahan Juni, di Samarinda pertengahan atau akhir Juni.
Di Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, Kutai Barat, dan Penajam Paser Utara diawali akhir Juni hingga awal Juli, sementara di Kabupaten Mahakam Ulu diperkirakan tidak terjadi kemarau, namun hujan sepanjang tahun.
“Provinsi Kaltim memiliki 20 zona musim, terdiri atas 16 zona musim yang mempunyai dua musim yakni musim hujan dan kemarau yang melanda sembilan daerah. Kemudian ada 4 zona musim yang merupakan wilayah hujan sepanjang tahun yakni di Mahakam Ulu dan sebagian Kabupaten Kutai Barat,” kata Riza.***
