Budidaya Durian Kelinjau Bisa Cegah Erosi Lahan

Durian

SAMARINDA, borneoreview.co – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur menggencarkan transfer teknologi budidaya durian bersistem agroforestri guna mencegah erosi lahan sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

Melansir Antara, Sabtu (25/7/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan Kaltim, Rusmadi, durian merupakan komoditas hortikultura unggulan daerah yang memiliki prospek pasar strategis sejak inisiatif pengembangan sentra durian Kaltim dimulai pada 1992.

Meski demikian, para pekebun lokal kerap menghadapi tantangan lapangan dalam hal peningkatan produktivitas, standardisasi kualitas buah, pemeliharaan berkelanjutan, hingga penanganan hama penyakit.

“Penerapan metode agroforestri dalam budidaya durian ini tidak hanya menghasilkan komoditas bernilai ekonomi tinggi, tetapi secara ekologis terbukti membantu mengurangi erosi serta meningkatkan kesuburan tanah,” katanya, Jumat kemarin

Dishut Kaltim melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kelinjau pun hadir memberikan pendampingan teknologi secara langsung agar budidaya durian dapat berjalan optimal dan terarah.

“Melalui pola agroforestri yang menggabungkan tanaman berkayu dengan komoditas pertanian lainnya, pekebun juga dapat menekan biaya produksi karena sistem ini mengurangi ketergantungan pada penggunaan pupuk luar,” ujar Rusmadi.

Pemberdayaan ini merupakan bagian dari upaya pemanfaatan Kawasan Hutan Negara secara bijaksana, di mana pemerintah memberikan akses legal kepada warga melalui skema kemitraan kehutanan dengan memegang teguh prinsip keberlanjutan ekosistem.

Transfer pengetahuan dan teknologi yang diberikan mencakup akses informasi pasar, efisiensi skala usaha, hingga penumbuhan kesadaran komunal akan pentingnya menjaga pelestarian lingkungan sekitar.

“Tujuan utama dari seluruh rangkaian pendampingan ini adalah wujudnya sebuah harmoni, yakni tercapainya kondisi hutan yang tetap lestari berdampingan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” tutur Rusmadi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *