BUMDes Desa Mekar Mulya, Cara Petani Swadaya Sawit Berkebun dan Menjaga Alam 

Petani sawit bantu lindungi orangutan.

PALANGKARAYA, borneoreview.co – Wadah koperasi mengubah cara pandang petani swadaya dalam mengelola perkebunan sawit. Lahan sawit bukan lagi sekadar penghasil tandan buah segar, tapi bergeser menjadi benteng pertahanan ekosistem.

BUMDes Berkah Mulya Jaya di Desa Mekar Mulya, Kecamatan Sematu Jaya, Kalimantan Tengah, menjadi pusat kegiatan petani sawit swadaya.

Melalui integrasi tiga pilar utama sertifikasi ISH Standard 2024: People, Planet, Prosperity, petani memilih model perkebunan yang berdampingan dengan alam.

Secara partisipatif, petani memetakan kawasan konservasi hutan di sekitar perkebunan sawit.

Koridor Satwa

Mereka memetakan jalur migrasi satwa liar, kantung vegetasi lokal tempat bersarangnya burung-burung, serta menjaga mata air dari paparan pupuk kimia.

Para petani menghidupkan koridor hijau yang mengubah barisan pokok sawit menjadi jembatan ekologis. Memberi ruang aman bagi fauna endemik untuk melintas tanpa ancaman konflik.

Rasa memiliki keanekaragaman hayati itu terbangun lewat beragam program dan pelatihan. Mendorong para petani menjadi agen pelestarian lingkungan.

Petani sawit misalnya menyepakati adanya hutan larangan, mengadopsi orangutan, dan melakukan mitigasi konflik dengan hewan liar.

Perkebunan Regeneratif

Hingga kini para petani swadaya mempraktikan pola pertanian regeneratif. Pola pertanian ini minim menyebabkan kerusakan lingkungan.

Anggota BUMDes Berkah Mulya Jaya aktif melakukan program pelepasliaran orangutan di kawasan konservasi Pulau Salat.

Menggunakan insentif sertifikasi RSPO, petani menyediakan dana untuk pengadaan pakan orangutan, sekaligus menopang proses rehabilitasi satwa.

“Pekebun swadaya belajar bertanggung jawab terhadap ekosistem yang berkelanjutan melalui program pra-pelepasliaran orangutan di Pulau Salat,” kata Direktur BUMDes Berkah Mulya Jaya, Choirul Fuadi.

Bagi pekebun swadaya bersertifikasi RSPO di Desa Mekar Mulya, keberlanjutan memiliki makna yang luas. Menjaga keseimbangan antara produktivitas kebun dan perlindungan habitat satwa liar.

Konservasi Pulau Salat

Kawasan konservasi Pulau Salat berada di gugusan Pulau Salat, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) mengelola kawasan konservasi Pulau Salat bersama pihak swasta -salah satunya PT Sawit Sumbermas Sarana dan CBI Group.

Berada di atas lahan seluas 2.000 hektar (meliputi Pulau Badak Besar dan Pulau Badak Kecil), kawasan konservasi Pulau Salat menjadi tempat tahap akhir orangutan beradaptasi sebelum dilepas ke hutan.

Menjadi tempat rehabilitasi orangutan dari Nyaru Menteng dan penampungan orangutan yang tidak memungkinkan hidup di alam bebas.

Letak kawasan konservasi Pulau Salat terisolasi yang dikelilingi sungai-sungai. Memiliki vegetasi hutan yang baik dan kaya akan pakan alami.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *