PONTIANAK, borneoreview.co – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, akan melakukan pelebaran Jalan Arteri Supadio menjadi tiga lajur secara bertahap mulai 2027 dengan dukungan anggaran APBN lebih dari Rp800 miliar.
“Selain pelebaran, juga akan dibangun trotoarnya. Jalan di depan Astra akan dilebarkan sepanjang sembilan meter, tiga meter untuk pelebaran dan sisanya untuk trotoar,” kata Bupati Kubu Raya Sujiwo di Sungai Raya, Selasa (25/8/2026).
Sujiwo mengatakan tahap awal pelebaran dilakukan dari simpang Mapolda Kalbar hingga Bundaran Gaforaya, kemudian dilanjutkan menuju Bandara Internasional Supadio.
Menurut dia, pembangunan jalan tersebut memiliki panjang lebih dari sembilan kilometer dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp830 miliar yang bersumber dari APBN.
Sujiwo mengatakan pembangunan tersebut akan dikawal Kementerian Pekerjaan Umum bersama pimpinan dan anggota Komisi V DPR RI agar rencana peningkatan kapasitas Jalan Arteri Supadio dapat direalisasikan.
“Insya Allah, minggu depan kami melakukan pertemuan dengan Astra, Yamaha, Dunloop, Chery, Gaia, Asiang, Alimoer, dan sejumlah kafe yang berdiri di sepanjang jalan Arteri Supadio,” tuturnya.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas kesiapan pelaksanaan pembangunan, terutama karena pelebaran jalan membutuhkan ruang yang berada di sepanjang koridor Arteri Supadio.
Sujiwo memastikan pembebasan lahan untuk pembangunan tersebut telah tuntas. Sementara desain dan perencanaan teknis telah disiapkan Balai Pengelola Jalan Nasional.
Dia berharap penambahan lajur dan pembangunan trotoar menjadikan Jalan Arteri Supadio lebih representatif sekaligus menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga seperti jogging, lari, dan jalan santai.
Di tempat yang sama, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendukung rencana pelebaran Jalan Arteri Supadio hingga kawasan Tugu Bandara Internasional Supadio karena akan meningkatkan aksesibilitas menuju bandara.
“Dengan terealisasinya pelebaran dan penambahan lajur di Jalan Arteri Supadio ini, maka akses menuju Bandara Internasional Supadio akan lebih cepat dan mudah,” kata Lasarus.
Lasarus juga menilai jalan yang lebih lebar dapat mendukung pelaksanaan kegiatan masyarakat seperti Car Free Day (CFD) di Kubu Raya tanpa mengganggu arus lalu lintas.
Menurut dia, jika pelebaran terealisasi, salah satu lajur dapat digunakan untuk aktivitas CFD sementara lajur lainnya tetap difungsikan bagi kendaraan.
Lasarus menyebut kebutuhan anggaran pembangunan berdasarkan perhitungan Balai Pengelola Jalan Nasional mencapai lebih dari Rp800 miliar, sehingga pelaksanaannya membutuhkan dukungan dan pengawalan bersama.(Ant)
