PONTIANAK, borneoreview.co – Gubernur Kalimantan Baratp (Kalbar) Ria Norsan menyampaikan duka mendalam atas musibah jatuhnya helikopter jenis EC 130 T2 dengan nomor register PK-CFX di wilayah Kabupaten Sekadau.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalbar dan masyarakat, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Norsan saat konferensi pers bersama Kapolda Kalbar Pipit Rismanto di Rumah Sakit Dokkes Bhayangkara Kalbar di Pontianak, Jumat (17/4/2026).
Gubernur Norsan menekankan pentingnya investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kecelakaan, sekaligus sebagai bahan evaluasi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Ia mengapresiasi kerja cepat tim gabungan yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi korban. “Kami berterima kasih kepada seluruh tim SAR, TNI, Polri, dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga seluruh korban berhasil dievakuasi,” katanya.
Gubernur mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti perkembangan resmi dari pihak berwenang.
“Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas. Mari kita dukung proses penanganan ini agar berjalan optimal,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Kalbar Pipit Rismanto menjelaskan bahwa helikopter tersebut dilaporkan hilang kontak pada Kamis (16/4) sekitar pukul 09.00 WIB saat dalam penerbangan dari Kabupaten Melawi menuju wilayah Sekadau.
Helikopter diketahui lepas landas dari helipad PT Citra Mahkota di Desa Nanga Keroak, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB dan dijadwalkan mendarat di helipad PT Graha Agro Nusantara I di wilayah Kabupaten Kubu Raya.
Namun, dalam perjalanan, helikopter mengalami hilang kontak, sehingga dilakukan koordinasi pencarian oleh tim gabungan.
Tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama TNI dan Polri akhirnya menemukan lokasi jatuhnya helikopter pada Kamis sekitar pukul 18.50 WIB di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
“Dari hasil temuan di lokasi, seluruh penumpang dinyatakan meninggal dunia,” ujar Kapolda.
Ia menambahkan proses evakuasi sempat terkendala medan berat dan jarak tempuh yang cukup jauh, sehingga pencarian pada malam hari dihentikan dan dilanjutkan kembali pada keesokan pagi.
Helikopter tersebut diawaki dua kru, yakni pilot Capt Marindra dan co-pilot Harun A. Rasid, serta membawa enam penumpang, yakni Patrick, Peter, Charles, Joko, Fauzi, dan Sugito.
Kapolda memastikan pihaknya bersama pemerintah daerah akan membantu seluruh proses penanganan, mulai dari evakuasi, identifikasi hingga pemulangan jenazah korban. Saat ini, proses identifikasi masih berlangsung, termasuk konfirmasi identitas salah satu warga negara asing melalui sidik jari.(Ant)
