Jumlah Penumpang Bandara Supadio saat Libur Imlek Melonjak 33 Persen

Bandara Supadio

PONTIANAK, borneoreview.co – PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio mencatat jumlah penumpang selama periode libur Tahun Baru Imlek 2026 melonjak hingga 33 persen.

“Peningkatan terjadi pada seluruh periode pemantauan mulai H-2 hingga H+1 dibandingkan periode yang sama pada Imlek 2025,” kata Branch Communication PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio, Joko Wahyudi, di Sungai Raya, Sabtu (21/2/2026).

Berdasarkan data pergerakan penumpang, puncak arus terjadi pada H-2 dengan total 10.689 penumpang atau naik 33 persen dibandingkan 8.062 penumpang pada 2025.

“Rincian perbandingan jumlah penumpang Imlek 2026 terhadap 2025 antara lain pada H-2: Imlek 10.689 penumpang (naik 33 persen dari 8.062 penumpang), H-1 sebanyak 8.837 penumpang (naik 14 persen dari 7.724 penumpang), Hari H perayaan Imlek sebanyak 8.463 penumpang (naik 15 persen dari 7.389 penumpang) dan H+1 sebanyak 7.149 penumpang (naik 4 persen dari 6.896 penumpang),” tuturnya.

Secara umum, tren menunjukkan peningkatan signifikan menjelang dan saat Hari H perayaan Imlek. Tingginya mobilitas masyarakat ini mengindikasikan meningkatnya aktivitas perjalanan udara untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2026 bersama keluarga.

Joko menambahkan, pada Hari H perayaan, manajemen bandara menghadirkan atraksi barongsai dan liong di area terminal keberangkatan domestik. Penampilan tersebut disambut antusias oleh para penumpang dan pengunjung, sekaligus menambah semarak suasana perayaan di bandara.

Selain itu, manajemen juga membagikan cenderamata kepada penumpang sebagai bentuk apresiasi serta upaya meningkatkan pengalaman perjalanan yang berkesan.

Dia juga menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan optimalisasi operasional, terutama pada periode lonjakan penumpang.

“Manajemen berupaya memastikan kelancaran operasional serta menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa transportasi udara,” katanya,

Dengan tren pertumbuhan positif tersebut, Bandara Supadio diproyeksikan tetap menjadi salah satu pintu gerbang utama mobilitas masyarakat di Kalimantan Barat, khususnya pada momentum hari besar keagamaan dan libur nasional. (Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *