PONTIANAK, borneoreview.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) meningkatkan kualitas pendidikan melalui program prioritas penyediaan internet gratis di sekolah sebagai bagian dari percepatan digitalisasi pembelajaran.
“Internet gratis di sekolah bukan hanya soal jaringan, melainkan juga membuka akses ilmu pengetahuan seluas-luasnya,” kata Gubernur Kalbar Ria Norsan di Pontianak, Senin (20/4/2026).
Ria Norsan mengatakan bahwa penyediaan internet gratis tidak sekadar menghadirkan jaringan, tetapi juga menjadi langkah strategis membuka akses ilmu pengetahuan yang lebih luas bagi pelajar di daerah tersebut.
Ia menjelaskan, pada tahap awal program ini telah menjangkau sembilan sekolah di Kalimantan Barat dan akan terus diperluas secara bertahap hingga mencakup seluruh sekolah di wilayah itu.
Menurutnya, keberadaan akses internet di lingkungan pendidikan akan mendorong proses belajar mengajar yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan daya saing generasi muda.
Selain fokus pada digitalisasi pendidikan, Pemprov Kalbar juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu melalui program subsidi biaya pendidikan. Bantuan tersebut diberikan kepada sekitar 21.000 siswa SMA, SMK, dan SLB swasta yang tersebar di 274 sekolah di Kalimantan Barat.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak Kalimantan Barat yang putus sekolah karena keterbatasan biaya,” katanya.
Program ini menunjukkan bahwa perhatian pemerintah daerah tidak hanya terfokus pada sekolah negeri, tetapi juga menjangkau sekolah swasta sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan.
“Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Kalbar dalam menjadikan sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” kata Ria Norsan.(Ant)
