SAMARINDA, borneoreview.co – Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Suka Rahmat, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, merintis pengelolaan area sekitar hutan lindung menjadi kebun kopi produktif jenis liberika sebagai andalan ekonomi kampung dan menciptakan produk perkebunan unggulan daerah.
“Kami memilih menanam kopi dibandingkan sawit,” kata Ketua KTH Agrowisata Goa Taman Buah Mandiri, Desa Suka Rahmat, Ruslan, seperti disiarkan Antara, Kamis (2/7/2026).
“Agar pelestarian kebun beriringan dengan upaya menjaga ketahanan lingkungan dari metode agroforestri,” tambahnya.
Langkah pelestarian ekosistem ini difasilitasi oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Santan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur. Kelompok tani tersebut telah memiliki izin legal pengelolaan perhutanan sosial dengan jangka waktu 35 tahun sejak 2023.
Pemanfaatan lahan seluas 25 hektare tersebut tidak hanya memberikan dampak ekonomi dari panen biji kopi. Bunga dari ribuan pohon kopi itu turut dimanfaatkan sebagai pakan alami lebah kelulut.
“Kopi bubuk kami saat ini telah dipasarkan secara komersial kepada masyarakat dengan harga sekitar Rp30.000 per kemasan,” tutur Ruslan menjelaskan.
Madu kelulut yang dihasilkan kemudian dikonsumsi oleh anggota kelompok tani sebagai suplemen kesehatan harian.
Keberhasilan tata kelola perhutanan sosial yang berkelanjutan ini juga menarik perhatian khalayak luas.
“Banyak masyarakat sekitar yang kini berkunjung ke desa kami untuk meniru pengembangan budi daya ini,” ucap Ruslan.
Budi daya tanaman kopi di dalam kawasan lindung tersebut sejatinya telah dirintis oleh petani sejak 2007. Saat ini kawasan agrowisata tersebut telah ditumbuhi sekitar 14.000 pokok tanaman kopi penghasil biji bermutu.
Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah terus menjaga keberlangsungan produk lokal unggulan ini. Komitmen semua pihak dibutuhkan agar kopi liberika Suka Rahmat tetap kompetitif di pasar domestik maupun internasional.
Mengenai kualitas produk, salah seorang praktisi kopi Slamet Prayogo memuji mutu biji kopi hijau jenis liberika yang dipanen dari kebun ini berasal dari ceri kopi kualitas terbaik.
“Setelah melalui proses pengolahan yang tepat, kopi bubuk ini terbukti memiliki cita rasa nikmat sekali,” kata Slamet.***
