BATULICIN, borneoreview.co – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama petani mengembangkan kawasan perkebunan kelapa di lahan sekitar area tambang dan lahan bekas tambang di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
“Program pengembangan kelapa ini diawali dengan sosialisasi bantuan pemerintah untuk bibit kelapa bagi masyarakat Desa Jombang, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu,” kata Defi Syahputra dari Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Pontianak pada Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan, Rabu (15/7/2026).
Dia mengatakan pengembangan kelapa di kawasan sekitar tambang dan lahan bekas tambang menjadi inovasi dalam optimalisasi pemanfaatan lahan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Komoditas kelapa memiliki nilai ekonomi tinggi, mampu meningkatkan pendapatan petani, menyediakan bahan baku industri, serta mendukung ketahanan pangan.
Secara global, Indonesia juga merupakan salah satu produsen kelapa terbesar di dunia sehingga pengembangan komoditas ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan.
Dalam kesempatan tersebut, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Selatan diwakili Lelya Pramudyani menyampaikan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan program melalui pendampingan dan verifikasi agar penyaluran bantuan pemerintah berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi petani.
Direktorat Jenderal Perkebunan tahun ini menyalurkan sebanyak 140 ribu butir benih kelapa dalam di Kalimantan Selatan sebagai bantuan pemerintah untuk pengembangan kawasan perkebunan buah kelapa.
Sebanyak 140 ribu butir benih kelapa dalam ini untuk memenuhi kebutuhan pengembangan kawasan kelapa seluas 1.100 hektare.(Ant)
