PONTIANAK, borneoreview.co – Masjid Agung Awaluddin di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, diproyeksikan menjadi sentral aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat setelah pembangunannya ditargetkan rampung pada 2028.
“Masjid ini nantinya bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas keumatan, sosial, dan pembinaan masyarakat,” kata Bupati Kubu Raya Sujiwo di Sungai Raya, Jumat (29/5/2026).
Bupati Sujiwo mengatakan progres pembangunan masjid yang berada tidak jauh dari Bandara Internasional Supadio tersebut kini telah mencapai 60 persen.
Menurut dia, pemerintah daerah akan melanjutkan dukungan penganggaran melalui APBD tahun depan agar pembangunan masjid dapat diselesaikan sesuai target paling lambat pada 2028.
Sujiwo mengungkapkan rasa syukurnya karena telah empat kali melaksanakan salat hari raya di masjid tersebut bersama keluarga dan jajaran pemerintah daerah selama masa kepemimpinannya.
“Alhamdulillah, ini keempat kali saya bersama keluarga dan jajaran melaksanakan salat Id di sini. Dua kali Idul Fitri dan dua kali Idul Adha,” tuturnya.
Ia menilai keberadaan Masjid Agung Awaluddin memiliki posisi strategis karena berada di kawasan pintu gerbang utama Kalimantan Barat melalui Bandara Supadio. Karena itu, pembangunan masjid dirancang tidak hanya sebagai ikon religius daerah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan masyarakat.
Selain fungsi ibadah, masjid tersebut direncanakan mendukung berbagai kegiatan pembinaan umat, pendidikan keagamaan, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan di Kabupaten Kubu Raya.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga berharap pembangunan Masjid Agung Awaluddin mampu memperkuat syiar Islam sekaligus menjadi ruang pemersatu masyarakat di tengah perkembangan wilayah Sungai Raya sebagai kawasan penyangga Kota Pontianak.
Informasi lebih lanjut mengenai pembangunan Masjid Agung Awaluddin dapat diakses melalui [Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.(Ant)
