JAKARTA, borneoreview.com – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia meminta pemerintah daerah mendata desa yang belum teraliri listrik.
Bahlil yang merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan semua desa teraliri listrik pada 2029-2030.
Bahlil mengungkapkan hal tersebut saat meninjau pelaksanaan Program Listrik Desa (Lisdes) dan rumah tangga penerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang.
Melalui Program Lisdes tahun anggaran 2025, pemerintah membangun Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 0,549 kilometer sirkuit.
Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 0,91 kilometer sirkuit, serta satu unit gardu distribusi berkapasitas 50 kVA di Dusun Prau Bosok.
Infrastruktur tersebut digunakan untuk melayani 93 calon pelanggan rumah tangga.
Program Listrik Desa
Fasilitas Listrik Desa dilaksanakan bersamaan dengan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk rumah tangga yang belum memiliki sambungan listrik sendiri.
Penerima BPBL memperoleh instalasi listrik rumah, pengujian dan Sertifikat Laik Operasi (SLO), biaya penyambungan ke jaringan PLN dengan daya 900 VA, serta token listrik perdana senilai Rp100.000.
Menurut Bahlil, kedua program ini saling melengkapi. Listrik desa memperkuat jaringan hingga ke wilayah yang belum terlayani secara memadai, sedangkan BPBL membantu rumah tangga kurang mampu agar memiliki sambungan listrik sendiri.
Desa Gelap Gulita
Secara nasional, masih ada sekitar 11.000 desa yang belum memperoleh akses listrik dan jutaan rumah yang belum memiliki sambungan sendiri.
Pemerintah daerah bersama PLN akan mengidentifikasi desa, dusun, serta rumah tangga yang membutuhkan penanganan. Sehingga seluruh desa dapat menikmati listrik pada 2029-2030.
“Jadi itu yang pemerintah lakukan, agar semua desa dan dusun wajib untuk mereka mendapatkan hak yang sama, yaitu manfaat pelayanan daripada listrik. Dan listrik ini keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Bahlil.
Kabupaten Karawang
Di Kabupaten Karawang, BPBL tahun 2025 menjangkau 915 rumah tangga. Pada 2026, program ini menargetkan 683 rumah tangga.
Sebanyak 299 rumah sudah teraliri listrik, 360 telah terpasang dan menunggu aktif, dan 24 masih dalam tahap pemasangan instalasi. Khusus di Kecamatan Cilamaya Wetan, target BPBL 2026 sebanyak 52 rumah tangga.
Di Provinsi Jawa Barat, Program Listrik Desa 2025 telah menjangkau 210 lokasi dan melayani 10.893 pelanggan.
Sebanyak 15.831 rumah tangga menerima BPBL pada tahun 2025. Target pada 2026 menjangkau 25.000 rumah tangga.
Harapannya, kehadiran listrik yang andal tidak hanya menerangi rumah warga. Tetapi juga mendukung kegiatan belajar, membuka peluang usaha produktif, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.***
