Minyak Buah Tengkawang dalam Produk Kosmetik Perona Bibir

Buah tengkawang.

BENGKAYANG, borneoreview.co – Ada jejak buah tengkawang dalam merahnya gincu merek kosmetik terkenal. Bulan September adalah musim berbunga tengkawang di pembudidayaan hutan rakyat di Kalimantan Barat.

Di hutan adat Menua Ngaung Keruh ditanam 94 ribu bibit tengkawang. Kini diperkirakan ada lebih dari 112 ribu bibit tengkewang di hutan adat seluas 185 hektare.

Mentega dan Minyak Tengkawang Bengkayang Masih Terganjal BPOM

Pada musim panen tahun 2024, harga jual buah tengakewang kering mencapai Rp6.000 hingga RpRp7.000 per kilogram. Sayang kemarau pada tahun itu menyebabkan jumlah panen tengkawang berkurang drastis.

Saat itu tengkawang hanya panen di wilayah Kabupaten Bengkayang, Landak dan Sanggau. Sementara wilayah lain di Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Ketapang, Sambas dan Sekadau gagal panen.

Berdasarkan datan tahun 2025, buah tengkawang yang dipanen tahun itu mencapai 8.140 ton yang tersebar di 171 desa di 11 kabupaten. Warga masih mengolah minyak buah tengkewang secara tradisional.

Tengkawang adalah nama buah dan pohon jenis Shorea, suku Dipterocarpaceae. Buahnya menghasilkan minyak lemak yang berharga tinggi. Pohon tengkewang tumbuh di hutan, mulai dari pinggiran sungai hingga pegunungan.

Krisis Iklim Bikin Musim Buah Tengkawang di Kalbar Sulit Diprediksi

Di Indonesia, tengkawang sebagian besar tumbuh di Kalimantan Barat dan sebagian kecil Sumatera. Kalimantan Barat memiliki populasi tengkawang terbanyak, termasuk jenis-jenis tengkawang dengan produktifitas tinggi.

Habitatnya yang berada di hutan pegunungan membuatnya sangat akrab dengan masyarakat pedalaman, khususnya Suku Dayak di pedalaman Kalimantan. Mereka biasa mengumpulkan buah tengkawang yang jatuh untuk kemudian diolah dan diambil minyaknya.

Sedikitnya terdapat 15 jenis tengkawang dari jenis mege, majau, hingga kijang dan terindak. Morfologi tengkawang berbeda-beda, tergantung jenisnya.

Ciri fisik tengkawang yang termasuk kategori ‘meranti merah’ adalah memiliki batang tinggi mencapai 30 meter dengan diameter 60 centimeter. Batangnya tegak, lurus, dan tidak berbanir.

Permukaan batangnya berwarna abu-abu disertai berbercak-bercak. Bentuk buahnya bulat telur, berbulu tebal, dan bersayap.

Musim berbunga tengkawang pada kisaran bulan Juni hingga September. Tumbuhan ini berbuah hanya sekali dalam periode 3 sampai 7 tahun.

Masyarakat lokal bisanya mengolah minyak tengkawang untuk dijadikan penyedap masakan serta ramuan obat-obatan. Akar dan daunnya bisa dijadikan obat sakit perut, deman, dan penyakit kulit.

Batang tengkawang dimanfaatkan untuk bahan membangun rumah atau pondok. Kayu tengkawang tidak boleh ditebang sembarangan.

Buah tengkawang dikumpulkan kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari. Setelah kering buah ditumbuk dan diperas hingga mengeluarkan minyak. Minyaknya disimpan dalam bilah bambu dan ditunggu hingga membeku seperti mentega.

Direksi KEHATI Singkronkan Program TFCA Kalimantan di Sentra Olahan Tengkawang

Sering perkembangan zaman, minyak tengkawang digunakan untuk menghasil produk turunan seperti lilin, sabun, margarin, dan bahan dasar kosmetik.

Produsen kosmetik Sariayu secara terbuka menyebut penggunaan minyak buah tengkawang untuk bahan baku produknya. Illipe butter yang didapat dari buah tengkawang dipakai untuk melembapkan kulit dan meningkatkan elastisitas kulit.

Bahan ini membantu cegah penuaan dini dan kulit terbakar akibat paparan matahari. Illipe butter sering menjadi bahan kandungan dalam lipstik, makeup base, krim, losion, dan kondisioner rambut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *