PONTIANAK, borneoreview.co – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Sambas Tahun 2027 memprioritaskan penguatan sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pada Musrenbang Kabupaten Sambas ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, dengan menempatkan pertanian sebagai sektor unggulan,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, di Sambas, Sabtu.(18/4/2026).
Dia menegaskan bahwa sektor pertanian bersama kehutanan dan perikanan masih menjadi penopang utama ekonomi daerah, sehingga perlu mendapatkan perhatian serius dalam perencanaan pembangunan.
“Kita harus fokus pada sektor yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat. Pertanian adalah salah satu sektor yang paling nyata memberikan kontribusi,” tuturnya.
Harisson menekankan pentingnya keberpihakan kepada petani sebagai pelaku utama dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi daerah.
“Jika kita ingin swasembada pangan, maka kita harus berpihak pada petani. Dukungan harus diberikan dari hulu hingga hilir,” katanya.
Mantan Plt Gubernur Kalbar itu juga mengingatkan adanya potensi alih fungsi lahan pertanian ke sektor perkebunan yang dinilai lebih menguntungkan secara ekonomi, sehingga diperlukan langkah antisipatif dari pemerintah daerah.
“Jika tidak ada intervensi, lahan sawah bisa berkurang. Ini harus kita jaga bersama agar produksi pangan tetap terjamin,” katanya.
Untuk itu, ia meminta perangkat daerah terkait agar bekerja terarah dalam mendukung sektor pertanian, mulai dari peningkatan produksi, distribusi, hingga pemasaran hasil panen.
Sementara itu, Bupati Sambas, Satono, menyampaikan bahwa daerahnya masih menjadi salah satu lumbung pangan di Kalimantan Barat dengan kondisi surplus produksi, khususnya komoditas padi.
“Sambas masih surplus pangan dengan produksi gabah mencapai ratusan ribu ton, dan ini harus terus kita pertahankan,” katanya.
Menurutnya, selain menjaga produksi, penguatan sektor hilir pertanian juga menjadi kunci dalam meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
“Jika hasil panen memiliki nilai jual lebih tinggi, maka kesejahteraan petani juga akan meningkat,” kata Satono.
Satono juga menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung pembangunan sektor pertanian, termasuk dukungan infrastruktur seperti jalan dan jembatan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian.
Dengan fokus pada pengembangan sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Sambas optimistis dapat menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata bagi masyarakat.(Ant)
