Pemerintah Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Sambas

Sekolah Rakyat

PONTIANAK, borneoreview.co – Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan meninjau lokasi usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, sebagai langkah percepatan pemerataan akses pendidikan dan penguatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Kami sudah meninjau langsung lokasi usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sambas. Luas lahannya lebih dari tujuh hektare dan berdasarkan peninjauan bersama Kementerian PU, lahan tersebut tidak berada di kawasan gambut sehingga memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan,” kata Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Herzaky Mahendra Putra di Sambas, Minggu (7/6/2026).

Menurut dia, kesiapan lahan menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat agar proses pembangunan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Selain kondisi lahan yang dinilai layak, pemerintah daerah juga telah menyiapkan berbagai dukungan infrastruktur penunjang, mulai dari akses jalan hingga jaringan utilitas dasar.

“Bupati Sambas telah menyampaikan berbagai dukungan yang dapat diberikan pemerintah daerah. Akses jalannya sudah sangat baik, tersedia jaringan air, dan juga listrik. Ini menjadi modal penting agar ketika pembangunan dimulai, prosesnya dapat berjalan lebih cepat dan efektif,” tuturnya.

Herzaky menjelaskan, usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sambas saat ini masuk dalam rencana pembangunan tahap ketiga. Namun demikian, proses selanjutnya masih menunggu pengkajian dari Kementerian Pekerjaan Umum berdasarkan usulan yang diajukan Kementerian Sosial.

“Sekolah Rakyat Sambas direncanakan masuk tahap ketiga. Saat ini, usulannya masih dalam proses pengkajian oleh Kementerian PU. Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan baik sehingga ketika pembangunan dimulai nantinya dapat dilakukan dengan akselerasi dan percepatan,” katanya.

Ia menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari investasi jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan Generasi Emas Indonesia.

Menurut Herzaky, keberadaan Sekolah Rakyat akan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun mereka yang berisiko putus sekolah.

“Sekolah Rakyat menjadi harapan bagi anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Dengan fasilitas pendidikan yang layak, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melanjutkan sekolah, meningkatkan kualitas hidup, dan kelak menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia,” ujarnya.

Saat ini Kalimantan Barat telah memiliki tiga lokasi Sekolah Rakyat yang masuk tahap kedua pembangunan, yakni dua titik di Kota Singkawang dan satu titik di Kota Pontianak.

Pemerintah berharap Kabupaten Sambas dapat menjadi tambahan titik pembangunan berikutnya sehingga manfaat program pendidikan tersebut semakin luas dirasakan masyarakat, terutama di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

Dalam peninjauan tersebut, Herzaky didampingi Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Romi Firman, jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, serta Bupati Sambas Satono bersama jajaran pemerintah daerah.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *