Pemkab Bengkayang Perkuat ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal

Maka Dio

BENGKAYANG, borneoreview.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang memperkuat ketahanan pangan berbasis kearifan lokal lewat perayaan tahun baru padi ‘Maka Dio’ ke-V yang digelar di Desa Cipta Karya, Bengkayang.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis di Bengkayang, Selasa, (28/4/2026), mengatakan Maka Dio merupakan salah satu program strategis daerah dalam mendukung ketahanan pangan dengan pendekatan berbasis kearifan lokal.

Ia menegaskan bahwa penguatan sektor pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup pelestarian budaya serta pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.

“Maka Dio ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi wujud nyata komitmen kita dalam menjaga ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Melalui kegiatan ini, kita mengangkat kembali nilai-nilai budaya sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat,” ujar dia.

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian yang adaptif dan berdaya saing.

Ia berharap kegiatan Maka Dio dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Bengkayang untuk terus mengoptimalkan potensi lokal, khususnya di sektor pertanian dan pangan.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.

“Keterlibatan semua pihak menjadi kunci agar program ini tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Kegiatan Maka Dio ke-V turut diisi dengan pameran hasil pertanian lokal, pertunjukan seni budaya, serta kegiatan gotong royong yang mencerminkan nilai kebersamaan masyarakat.

Selain sebagai ajang promosi potensi daerah, kegiatan itu juga diharapkan mampu memperkuat identitas budaya serta mendorong peningkatan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.

“Pemerintah Kabupaten Bengkayang berkomitmen untuk terus mengembangkan program serupa sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan daerah yang berkelanjutan,” ujar dia.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *