Pemkab Kubu Raya Normalisasi Sungai untuk Cegah Banjir

normalisasi sungai

PONTIANAK, borneoreview.co – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat melakukan normalisasi sungai sepanjang tiga kilometer di dua desa, yakni Desa Sungai Rengas dan Desa Berembang, Kecamatan Sungai Kakap dengan target rampung dalam waktu dekat, guna mencegah banjir.

“Usai normalisasi ini kita berencana membuat trotoar dan anggarannya sudah tersedia,” kata Bupati Kubu Raya Sujiwo saat meninjau lokasi normalisasi sungai di Desa Sungai Rengas di Kubu Raya, Jumat (13/3/2026).

Ia mengharapkan normalisasi dilaksanakan Balai Wilayah Sungai Kalimantan tersebut mampu mengurangi risiko banjir yang sering melanda wilayah itu saat musim hujan.

Ia menjelaskan penataan kawasan menjadi kelanjutan dari program normalisasi guna menciptakan lingkungan yang lebih aman, tertata, serta nyaman bagi masyarakat.

Ia menambahkan pemerintah provinsi juga mendorong agar penataan kawasan bantaran sungai dapat dilakukan secara optimal setelah proses penertiban selesai.

“Pihak provinsi juga meminta dukungan agar penataan di sini semakin baik. Karena sudah kita tertibkan, maka harus ada tindak lanjutnya,” katanya.

Sujiwo menjelaskan pemerintah daerah selanjutnya akan membangun jalur joging dan taman di kawasan tersebut. Penataan itu diharapkan dapat mengubah wajah lingkungan yang sebelumnya terkesan kumuh menjadi ruang publik yang lebih representatif.

“Anggaran sudah siap, tinggal pelaksanaan. Insyaallah setelah normalisasi selesai langsung kita kerjakan. Sebenarnya kalau warga bersabar, sungai ini terlebih dahulu. Namun masyarakat menginginkan penataan jogging track,” katanya.

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Barat Mohammad Darwis menilai program normalisasi sungai yang dilakukan BWSK memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ia berharap, kegiatan serupa tidak hanya difokuskan di Desa Sungai Rengas dan sekitarnya, tetapi juga menjangkau wilayah lain di Kabupaten Kubu Raya yang rawan banjir.

“Program normalisasi ini sangat diperlukan, sementara kemampuan anggaran pemerintah kabupaten terbatas. Karena itu kami berharap cakupannya diperluas,” katanya.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *