Pemprov Kalbar Optimalkan Biaya Penerbangan Haji

Biaya Penerbangan Haji

PONTIANAK, borneoreview.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengoptimalkan biaya penerbangan haji tahun 2026 melalui proses seleksi terbuka dan negosiasi ketat guna memastikan tarif yang dibebankan kepada jamaah tetap rasional dan transparan.

“Penetapan dilakukan secara terbuka. Maskapai dengan penawaran terendah menjadi pemenang, tetapi tetap kita lakukan negosiasi untuk memastikan harga tersebut benar-benar wajar dan tidak memberatkan jamaah,” kata Sekda Kalbar, Harisson saat menerima audiensi perwakilan Lion Group di Pontianak, Kamis (9/4/2026).

Harisson mengatakan penentuan maskapai dilakukan berdasarkan prinsip efisiensi dengan mengutamakan penawaran harga terendah, namun tetap melalui tahapan verifikasi dan negosiasi ulang.

Ia menyebutkan, maskapai Lion Air ditetapkan sebagai penyedia jasa transportasi udara dengan nilai penawaran sekitar Rp13,3 miliar.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap meminta penjelasan rinci terkait kenaikan biaya dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada kisaran Rp10,6 miliar.

“Kenaikan ini harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat, karena biaya tersebut akan diketahui oleh jamaah. Transparansi menjadi hal utama,” tuturnya.

Menurut Harisson, optimalisasi biaya dilakukan melalui proses negosiasi lanjutan setelah penetapan pemenang, untuk membuka peluang penyesuaian harga agar lebih efisien.

Selain itu, ia menyoroti faktor eksternal seperti kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) yang turut memengaruhi biaya penerbangan.

“Jika harga avtur naik, itu menjadi risiko maskapai sesuai kontrak. Namun jika turun, kita akan bicarakan kembali agar ada penyesuaian yang menguntungkan jamaah,” kata dia.

Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi calon jamaah haji dengan memastikan setiap komponen biaya disusun secara cermat, transparan, dan akuntabel.

Sementara itu, perwakilan Lion Group, Agung Pratama, menyatakan harga yang diajukan telah melalui perhitungan efisien dengan mempertimbangkan lonjakan harga avtur yang signifikan.

“Harga yang kami ajukan sudah seminimal mungkin agar tetap kompetitif, meskipun saat ini terjadi kenaikan harga avtur hingga sekitar 70 persen,” katanya.

Dengan langkah optimalisasi tersebut, diharapkan penyelenggaraan transportasi haji Kalimantan Barat tahun 2026 dapat berjalan lancar dengan biaya yang tetap terjangkau bagi jamaah.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *