Rumah Jerami, Hunian Murah Tahan Gempa

Rumah jerami lebih tahan gempa.

KASHMIR, borneoreview.co – Kebanyakan gempa yang terjadi di negara berpenduduk miskin, membutuhkan solusi struktur hunian berbiaya murah yang tangguh dan ramah lingkungan. Indonesia termasuk zona berbahaya gempa.

Salah satunya gempa berkekuatan magnitudo 7,6 di Kashmir pada Oktober 2005 yang menyebabkan lebih dari 87.000 orang tewas. Gempa ini juga menewaskan sekitar 1.360 orang di wilayah India dan 4 orang di Afghanistan.

Pakistan terletak di wilayah aktivitas seismik tinggi dan mengalami ratusan gempa bumi setiap tahun. Hampir 40 persen penduduknya adalah keluarga miskin.

Wings Air Hentikan Penerbangan akibat Gempa NTT

Rumah-rumah dibangun dengan biaya murah dan tidak memiliki komponen struktural yang memadai untuk menahan guncangan gempa. Kondisi ini akhirnya menciptakan zona mematikan saat gempa besar terjadi.

Terbukti ketika gempa besar kembali terjadi pada April 2015 di Kathmandu, Nepal, dampaknya menghancurkan 600.000 bangunan dan menewaskan 9.000 orang.

Baru pada tahun 2018, organisasi nirlaba, Builders Without Borders dan Kevin Rohan Memorial Eco Foundation bekerja sama membangun rumah bal jerami pertama di Nepal. Mereka menggalang dana untuk pengadaan jerami dan mesin pemadat jerami.

Bangunan yang terbuat dari bal jerami berperan penting dalam meminimalkan kerusakan akibat gempa. Material jerami cenderung lebih lentur dan tidak mudah roboh menahan gempa.

Penggunaan material ini juga memberikan peluang lebih besar bagi penghuninya untuk lari menyelamatkan diri jika bangunan runtuh. Bagi wilayah yang sudah terbebani kemiskinan, harga bal jerami lebih terjangkau dan menjadi daya tarik utama.

Rumah Panggung Kalimantan: Masyarakat yang Memahami Sungai

Teknologi hunian berbahan jerami sudah dikenal sejak zaman Paleolitikum di Afrika. Metode ini bahkan masih terus digunakan di seluruh dunia.

Bal jerami tergolong murah, memberikan isolasi yang sangat baik, serta memiliki ketahanan alami terhadap api.

Ketika lapisan plester diterapkan pada struktur jerami, dindingnya yang relatif tebal menjadi penghalang kokoh yang sulit ditembus oleh suara, kelembapan, maupun api.

Keunggulan lain dari jenis konstruksi ini adalah kemampuannya menahan tekanan akibat aktivitas tektonik. Dimensi lebar bal jerami itu sendiri menciptakan tumpuan dasar yang luas dan kokoh bagi struktur bangunan.

Komposisi organik bal jerami memungkinkan penyerapan gaya seismik secara maksimal. Para peneliti membangun rumah berbahan bal jerami berskala penuh untuk serangkaian uji shake table (meja getar).

Menapaki Flosofi Rumah Panjang di Istana Wakil Presiden IKN

Hasilya, rumah tidak roboh meski diberi goncangan dua kali lipat dari besaran yang tercatat saat gempa di Northridge, California, tahun 1994. Meskipun mengalami kerusakan, struktur bangunan tidak menunjukkan tanda-tanda akan runtuh.

Hunian ini diangap paling cocok diaplikasikan di negara-negara berpnduduk miskin karena jerami tersedia secara luas dan murah. Jerami merupakan produk sampingan dari proses pertanian yang seringkali terbuang percuma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *