BANJARMASIN, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, memiliki Rumah Harapan untuk pusat pelayanan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang terletak di ujung Gang Flamboyan, di wilayah Kecamatan Murung Pudak.
“Rumah yang kami sebut Rumah Semut itu merupakan satu-satunya di kabupaten ujung Kalsel yang berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur, yang terintegrasi dengan dunia pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” kata Ketua Pusat Layanan Rumah Harapan Slamet Purwanto, di Tabalong, Jumat (28/2/2026).
Rumah yang dijadikan pusat layanan ABK tersebut tidak mencolok, karena tidak berukuran besar, sama dengan rumah lainnya, apalagi berada di ujung gang.
Slamet mengemukakan, disebut Rumah Semut karena awalnya hanyalah ruang konsultasi dan terapi kecil untuk ABK yang ditangani istrinya sejak 2011.
Selanjutnya terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang melayani puluhan ABK mulai jenjang PAUD dan SD.
“Perkembangan ini tidak lepas dari peran CSR PT Adaro Indonesia dan kami memiliki bangunan sendiri sehingga anak-anak merasa aman dan nyaman, serta terapi akan jauh lebih efektif,” ujar Slamet.
Menurut dia, setiap ruangan disiapkan untuk merangsang sensorik dan motorik anak.
Ia menyebutkan fasilitas yang dimiliki antara lain papan keseimbangan, bola besar, matras empuk hingga pojok wicara dengan desain khusus agar anak yang mengalami gangguan komunikasi merasa tenang menjalankan terapi.
“Membersamai ABK adalah sebuah perjalanan ibarat lari marathon yang tidak bisa menjanjikan kesembuhan instan. Prosesnya penuh kesabaran dan kuncinya konsistensi karena fokusnya adalah kemandirian dan peningkatan kualitas hidup anak,” ujarnya.
“Tak ada yang lebih membahagiakan ketika anak didik kami diterima dan bisa beradaptasi dengan baik di sekolah umum,” kata Atika, salah satu guru di Rumah Semut.
Perjuangan anak-anak di sini, kata dia, menjadi bukti cinta yang sabar mampu meruntuhkan hambatan belajar, Rumah Semut bukan hanya sekadar bangunan, tetapi juga tempat di mana setiap perkembangan sekecil apapun dirayakan dengan penuh sukacita.
“Mereka tumbuh dan berkembang, belajar bersinar dengan caranya sendiri,” ujarnya.(Ant)
