PONTIANAK, borneoreview.co – Kehadiran Terminal Kijing yang dikelola PT Pelabuhan Tanjung Priok Nonpetikemas Cabang Pontianak dinilai semakin memperkuat peran Kalimantan Barat sebagai simpul logistik strategis nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sejak dikelola PTP Nonpetikemas pada 1 Agustus 2022, Terminal Kijing menjadi tulang punggung pelayanan kargo nonpetikemas di Kalimantan Barat dengan kontribusi signifikan terhadap efisiensi logistik serta kelancaran arus barang,” kata Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani dalam siaran persnya, Selasa (21/4/2026).
Indra mengatakan Terminal Kijing memiliki posisi strategis karena berada dekat jalur perdagangan internasional Selat Malaka, sehingga menjadi pintu penting dalam aktivitas ekspor-impor, khususnya bagi Kalimantan Barat.
“Terminal Kijing menjadi urat nadi ekonomi Kalimantan Barat, terutama dalam mendukung distribusi komoditas unggulan seperti kelapa sawit,” tuturnya.
Ia menjelaskan, Kalimantan Barat merupakan salah satu produsen utama minyak kelapa sawit nasional dengan dukungan puluhan perkebunan, industri pengolahan, dan terminal khusus yang membentuk ekosistem komoditas tersebut.
Dari sisi infrastruktur, Terminal Kijing mampu melayani hingga 15 kapal sekaligus, termasuk kapal berukuran besar hingga 100.000 deadweight tonnage (DWT), didukung kedalaman alur mencapai minus 15 meter serta panjang dermaga lebih dari 1.900 meter.
Fasilitas modern seperti harbour mobile crane, excavator, wheelloader, mobile conveyor, flexible hose, dan portable filling station turut menunjang kegiatan bongkar muat berbagai komoditas.
Selain produk turunan kelapa sawit, terminal ini juga melayani komoditas lain seperti batu bara, pupuk, palm kernel, bauksit, hingga kargo berat. Peran tersebut menjadikan Terminal Kijing sebagai salah satu penggerak utama distribusi barang, termasuk untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur di wilayah barat Indonesia.
Indra menambahkan, selain mendorong ekspor, Terminal Kijing juga berperan penting dalam menjaga ketahanan rantai pasok nasional.
“Sebagai pelabuhan internasional baru di Kalimantan Barat, Terminal Kijing diposisikan menjadi motor penggerak ekspor-impor kawasan sekaligus katalisator pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Ke depan, katanya, Terminal Kijing disiapkan untuk mendukung program hilirisasi industri yang tengah digencarkan pemerintah serta melayani berbagai jenis kargo, baik nonpetikemas maupun petikemas, guna memperkuat rantai pasok nasional, khususnya di wilayah barat Indonesia.
