PONTIANAK, borneoreview.co – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan mengajak generasi muda, khususnya kalangan Gen-Z, untuk ikut berperan aktif melestarikan budaya Dayak di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi.
“Kita ingin anak-anak muda mengenal bagaimana perjuangan leluhur mereka dahulu. Jangan sampai generasi sekarang hanya mengenal budaya dari cerita, tetapi tidak memahami nilai perjuangan di baliknya,” kata Krisantus saat menutup Pekan Gawai Dayak (PGD) Naik Dango ke-19 di Rumah Ramin Bantang Nek Riu, Kabupaten Sambas, Senin (25/5/2026).
Krisantus menegaskan pelestarian budaya tidak boleh berhenti hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi harus menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan generasi muda Kalimantan Barat.
Menurutnya, generasi milenial dan Gen-Z perlu diperkenalkan kembali dengan sejarah perjuangan serta kehidupan masyarakat Dayak tempo dulu agar tidak kehilangan akar budaya di tengah perubahan zaman.
Ia mengusulkan agar pelaksanaan Gawai Dayak mendatang menghadirkan miniatur alat pertanian tradisional dan perlengkapan kehidupan masyarakat Dayak zaman dahulu, seperti alat penggiling padi, pemarut kelapa, hingga alat penebang kayu tradisional.
Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi sarana edukasi budaya yang menarik bagi generasi muda sekaligus memperkuat identitas Dayak di tengah perkembangan globalisasi.
Selain itu, Krisantus juga menekankan pentingnya membangun rasa bangga terhadap budaya lokal agar generasi muda tidak mudah tergerus pengaruh budaya luar.
Ia menilai masyarakat Dayak memiliki kekuatan besar untuk menjaga eksistensi budaya secara mandiri melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama.
Dalam kesempatan itu, Wagub turut mengajak seluruh masyarakat Dayak di Kalimantan Barat memperkuat solidaritas dan kemandirian, termasuk melalui gerakan donasi swadaya untuk mendukung pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat adat.
“Ini bukan hanya soal dana, tetapi tentang kepedulian dan harga diri kita dalam menjaga budaya sendiri agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.
Krisantus juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.
“Ia menilai perbedaan suku dan budaya harus menjadi kekuatan untuk mempererat kebersamaan dan menjaga harmoni sosial di daerah,” tuturnya.(Ant)
