Warga Kotim Selamatkan Trenggiling Seberat 10 Kilogram dari Karhutla

Trenggiling

SAMPIT, borneoreview.co – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menerima seekor trenggiling yang ditemukan warga di ruas jalan di tengah kawasan yang sebelumnya terbakar.

“Trenggiling ditemukan oleh warga bernama Hendi di jalan aspal menuju Kecamatan Parenggean,” jelas Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah di Sampit, Selasa (29/9/2026).

“Lokasi penemuannya merupakan kawasan hutan dan semak belukar yang sudah habis terbakar,” tambahnya.

Ia menyampaikan trenggiling tersebut ditemukan warga pada Jumat (25/9/2026) malam. Mengetahui satwa tersebut termasuk satwa liar yang dilindungi Undang-undang, warga bernama Hendi mengambil langkah mengamankan satwa tersebut sebelum melaporkannya kepada BKSDA Kalteng melalui layanan pusat panggilan pada Sabtu siang.

Hendi juga menghubungi petugas BKSDA Resort Sampit melalui sambungan telepon untuk menyampaikan informasi mengenai penemuan trenggiling tersebut.

“Setelah dilakukan komunikasi dengan petugas, disepakati serah terima trenggiling dilakukan di simpang Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu,” ujarnya.

Proses serah terima kemudian dilaksanakan pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 15.20 WIB, trenggiling langsung diserahkan kepada petugas untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Muriansyah menyebutkan trenggiling yang diserahkan warga memiliki berat sekitar 10 kilogram.

Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan luka bakar maupun luka lainnya pada bagian tubuh satwa tersebut.

Kondisi itu menjadi perhatian karena trenggiling ditemukan di sekitar kawasan yang telah terbakar.

Satwa liar yang hidup di habitat hutan dan semak belukar dapat terdampak langsung ketika terjadi kebakaran, baik akibat kehilangan tempat berlindung maupun perubahan kondisi habitat.

Setelah proses serah terima, trenggiling tersebut dibawa ke Palangka Raya untuk menjalani penanganan dan persiapan sebelum dikembalikan ke habitat yang sesuai.

“Trenggiling dibawa ke Palangka Raya dan direncanakan akan dilepasliarkan di kawasan Taman Wisata Alam Tangkiling,” kata Muriansyah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *