BENGKAYANG, borneoreview.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan swasembada pangan pada 2026 melalui pengembangan komoditas pertanian strategis, salah satunya jagung.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengatakan program Gerakan Tanam Jagung Hibrida menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan mulai dari tingkat desa hingga nasional.
“Gerakan Tanam Jagung ini mencerminkan konsistensi dan keseriusan kita bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, termasuk di Provinsi Kalimantan Barat,” katanya dalam Gerakan Tanam Jagung Hibrida di Kabupaten Bengkayang, Kamis (7/5/2026).
Ia menyampaikan program swasembada pangan tersebut sejalan dengan visi nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui Astacita, khususnya misi mendorong kemandirian bangsa melalui ketahanan pangan, energi, dan ekonomi hijau.
Menurut Krisantus, penguatan sektor pertanian juga sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mewujudkan daerah yang adil, demokratis, religius, sejahtera, dan berwawasan lingkungan melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi unggulan daerah.
Ia mengungkapkan sepanjang Januari hingga Desember 2025, Kalimantan Barat mencatat luas panen jagung mencapai 34.503 hektare dengan total produksi sebesar 179.246 ton pipilan kering.
Capaian tersebut, kata dia, tidak terlepas dari kontribusi sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Bengkayang yang dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra pengembangan jagung di Kalimantan Barat.
“Kabupaten Bengkayang diharapkan terus memperkuat perannya sebagai daerah unggulan dalam pengembangan komoditas jagung,” ujarnya.
Krisantus juga mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota, kelompok tani, serta unsur TNI dan Polri untuk berperan aktif mendukung program optimalisasi lahan (oplah) guna meningkatkan produktivitas pertanian.
Menurut dia, lahan-lahan yang belum produktif perlu dimanfaatkan menjadi sumber daya pangan yang kuat untuk menopang ketahanan pangan daerah maupun nasional.
“Upaya ini tidak hanya menopang ketahanan pangan daerah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap kedaulatan pangan nasional sekaligus meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan keberhasilan mewujudkan swasembada pangan membutuhkan kolaborasi, semangat gotong royong, dan inovasi berkelanjutan di sektor pertanian.
Dengan sinergi seluruh pihak, dia optimistis target swasembada pangan tahun 2026 dapat tercapai sekaligus membawa Kalimantan Barat menjadi daerah yang lebih mandiri, berdaulat, dan sejahtera.(Ant)
