JAKARTA, borneoreview.co – Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, Ph.D., melaporkan perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia hingga Minggu (29/3/2026) pukul 07.00 WIB.
Memasuki akhir pekan di bulan Maret, kejadian bencana di Indonesia masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi, baik basah maupun kering, seperti banjir, angin kencang, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Banjir melanda Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan pada Jumat (27/3) pukul 22.56 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan genangan akibat saluran pembuangan yang tersumbat. Dampak kejadian ini meliputi 11 unit rumah, tiga fasilitas pendidikan, satu fasilitas umum, serta ruas jalan sepanjang 30 meter yang terendam. BPBD bersama tim gabungan telah melakukan penyedotan air guna mempercepat penanganan.
Banjir juga terjadi di Desa Mantewe, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan pada Sabtu (28/3). Sebanyak 42 rumah terdampak akibat hujan berintensitas tinggi. Kondisi terkini dilaporkan berangsur surut.
Fenomena angin kencang melanda Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur pada Jumat (27/3). Dampak yang ditimbulkan berupa enam rumah rusak, terdiri dari satu unit rusak berat dan lima unit rusak ringan. BPBD setempat telah melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.
Kejadian serupa terjadi di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu (28/3), tepatnya di Desa Kunci, Desa Bojongsari, dan Desa Ciwalen. Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang yang menimpa rumah serta jaringan listrik. Data sementara mencatat 12 rumah rusak ringan, dua rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak berat. Tim gabungan bersama warga melakukan pembersihan material dan pohon tumbang.
Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur pada Sabtu (28/3). Sekitar dua hektar lahan terbakar dan saat ini api telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
Karhutla juga terjadi di Desa Kampung Satu, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara pada Jumat (27/3). Kebakaran melanda lahan gambut seluas enam hektar. Api telah padam, sementara penyebab kejadian masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.
Menyikapi berbagai kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Langkah antisipasi yang dapat dilakukan antara lain memangkas dahan pohon yang rimbun, memperkuat struktur atap rumah, serta membersihkan saluran air agar tidak tersumbat.
Masyarakat juga diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi lebih dari satu jam disertai peningkatan debit air. Selain itu, penting untuk terus memperbarui informasi prakiraan cuaca dan potensi risiko bencana melalui sumber resmi.***
