Kalbar Mestinya Jadi Kiblat Studi Tambang di Indonesia

Seminar Tambang di Untan

Pontianak, borneoreview.co – Kalimantan Barat harusnya menjadi pusat dan kiblat studi tambang di Indonesia.

Alasannya, Kalbar memiliki berbagai hasil tambang. Mulai dari tambang yang memiliki nilai ekonomis, seperti emas, bauksit, batu bara dan lainnya.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (Untan), Dr Slamet Widodo dalam seminar bertajuk, “Khatulistiwa Mining Fair Momentum for Mining Eminence” menegaskan, mestinya Untan menjadi kampus pusat studi pertambangan di Indonesia.

“Karena sebagian besar hasil tambang ada di Kalimantan Barat,” katanya, ketika membuka seminar tambang di Gedung Konferensi Untan, Sabtu (18/4/2026),

Hal senada diungkapkan Gatot Sugiharto dari Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI). APRI merupakan organisasi yang didirikan pada tahun 2013, untuk menghimpun, mengedukasi, dan memperjuangkan legalitas para penambang rakyat di Indonesia.

Seminar Tambang di Untan
Seminar pertambangan di Untan, menghadirkan berbagai contoh bahan hasil tambang. Satu di antaranya Uranium yang merupakan bahan utama bom nuklir yang ditambang di Kalan, Melawi, Kalbar.(Foto Borneo Review)

APRI berupaya mengubah tambang aman dan berkelanjutan (ramah lingkungan), serta memastikan kesejahteraan penambang melalui pengelolaan tambang yang baik dan profesional.

Gatot menegaskan, Kalbar adalah raksasa penghasil berbagai tambang.

“Kalbar adalah raksasa penghasil tambang,” kata Gatot.

Kalbar merupakan wilayah yang penuh dengan bahan untuk strategis. Misal, antimoni, titanium dan zirkon. Antimoni atau sinabar merupakan bahan pembuat mercuri.

Zirkon merupakan bahan pembuat panel surya. Mobil listrik yang dikembangkan saat ini, tidak lepas dari hasil-hasil tambang ini.

Antimoni merupakan bahan tambang paling disukai oleh Sinper (Penembak Jitu). Sebab, antimoni merupakan bahan pembuat peluru yang paling stabil. Antimoni banyak terdapat di Kapuas Hulu.

Kalbar juga menjadi penghasil uranium, bahan utama bom nuklir. Uranium banyak terdapat di Kalan, Kabupaten Melawi. (BR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *