KPK Gaungkan Antikorupsi Lewat Festival Film di Kalbar

Festival Film

PONTIANAK, borneoreview.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggencarkan kampanye antikorupsi melalui pendekatan kreatif dengan menggelar Anti-Corruption Film Festival Movie Day 2026 (ACFFEST) di sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Barat.

“Film dapat menjadi media yang menarik dan efektif untuk menyebarkan semangat antikorupsi karena lebih mudah diterima masyarakat,” kata Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief dalam siaran rilisnya di Pontianak, Sabtu (2/5/2026).

Amir mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran publik menuju Indonesia bebas korupsi pada 2045.

Ia menjelaskan korupsi tidak hanya dimaknai sebagai tindakan penyalahgunaan uang, tetapi juga berkaitan dengan sikap dan mental yang dapat merusak tatanan kehidupan berbangsa jika dibiarkan menjadi budaya.

ACFFEST yang memasuki tahun ke-12 ini menjadi salah satu medium kampanye KPK untuk menanamkan nilai integritas melalui karya audiovisual.

Kegiatan ini menyasar generasi muda, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, hingga masyarakat umum yang tertarik pada industri film.

Pada tahun 2026, rangkaian ACFFEST digelar di 12 provinsi dan mencakup 40 kabupaten/kota. Kalimantan Barat menjadi provinsi kedelapan dalam rangkaian tersebut, setelah sebelumnya dilaksanakan di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Di Kalbar, kegiatan berlangsung selama tiga hari di tiga lokasi, yakni Pontianak, Singkawang, dan Sambas. Beragam agenda disajikan, mulai dari pemutaran film pendek, diskusi bersama narasumber dari komunitas film, akademisi, dan penyuluh antikorupsi, hingga pertunjukan seni lokal, produksi konten, pentas teater, dan dialog publik.

Praktisi film Kalbar, Deny Sofian, menyambut positif kehadiran ACFFEST di daerah tersebut karena kegiatan ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan sineas, komunitas, dan masyarakat.

“Tidak hanya sebagai ajang nonton bareng, tetapi juga ruang diskusi dan pertukaran perspektif yang dapat melahirkan kolaborasi baru,” katanya.

Selain festival, KPK juga membuka kompetisi film pendek bertajuk “Dari Lensa, Integritas Terjaga” sebagai bagian dari ACFFEST 2026.

Kompetisi ini terbuka untuk umum dengan beberapa kategori, termasuk ide cerita film pendek, film pendek fiksi, film pelajar, hingga film vertikal untuk kementerian/lembaga.

Kasatgas Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Adhi Setyo Tamtomo mengatakan ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang belajar dan produksi bagi sineas muda dalam mengangkat isu antikorupsi dari berbagai perspektif.

“Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, keberanian, hingga keadilan bisa disampaikan melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Khusus di Kalbar, lima proposal ide cerita terbaik akan mendapatkan bantuan dana produksi sebesar Rp60 juta serta pendampingan teknis melalui program Movie Camp bersama mentor profesional.

Film yang terpilih nantinya akan diproduksi pada Juli hingga September 2026 dan diputar pada malam penganugerahan ACFFEST di Jakarta pada November 2026, menjelang peringatan Hari Antikorupsi Sedunia.

KPK berharap pendekatan melalui film mampu memperluas jangkauan kampanye antikorupsi sekaligus mendorong lahirnya generasi muda sebagai agen perubahan melalui karya-karya kreatif yang relevan dengan kehidupan masyarakat.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *