PONTIANAK, borneoreview.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mulai menyambut kepulangan 1.861 jamaah secara bertahap melalui Bandara Internasional Supadio Pontianak, ditandai dengan kepulangan jamaah haji asal daerah itu, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama pada Rabu (17/6/2026).
“Alhamdulillah, kami menyambut bapak dan ibu sekalian dengan rasa syukur yang mendalam. Semoga seluruh rangkaian ibadah yang telah dilaksanakan di Tanah Suci diterima Allah SWT serta membawa keberkahan bagi keluarga dan Kalimantan Barat,” kata Gubernur Kalbar, Ria Norsan saat menyambut jamaah di Embarkasi Batam, Rabu (17/6/2026).
Ria Norsan menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan ibadah haji yang dijalani para jamaah dan berharap seluruh peserta haji kembali ke daerah masing-masing dalam kondisi sehat serta memperoleh predikat haji mabrur.
Menurut dia, kedatangan kloter pertama menjadi awal dari rangkaian pemulangan jamaah haji asal Kalimantan Barat yang akan berlangsung secara bertahap hingga beberapa hari ke depan.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah melakukan koordinasi dengan pihak embarkasi dan instansi terkait untuk memastikan seluruh proses pemulangan berlangsung lancar, tertib, aman, dan nyaman.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen memberikan dukungan pelayanan dan memfasilitasi kelancaran transportasi para jamaah hingga kembali ke kabupaten dan kota tujuan masing-masing,” tuturnya.
Sementara itu, Bandara Internasional Supadio Pontianak telah menyiapkan berbagai fasilitas dan dukungan operasional guna melayani kedatangan jamaah haji selama masa pemulangan.
General Manager InJourney Airports Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, mengatakan sebanyak 1.861 jamaah haji Kalimantan Barat akan tiba melalui Bandara Supadio dalam lima hari operasional mulai 17 hingga 21 Juni 2026.
“Kami mengucapkan selamat datang kembali di tanah air kepada seluruh jamaah haji asal Kalimantan Barat yang telah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Semoga ibadah haji para jamaah diterima Allah SWT dan menjadi haji yang mabrur,” katanya.
Ia menjelaskan kedatangan perdana jamaah haji berlangsung pada 17 Juni 2026 dengan total 444 jamaah yang tergabung dalam Kloter 14. Jamaah tersebut berasal dari Kota Singkawang, Kota Pontianak, Kabupaten Sambas, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Landak, dan Kabupaten Bengkayang.
Menurut Maya, seluruh fasilitas, personel, serta prosedur operasional di Bandara Supadio telah dipersiapkan secara optimal untuk memastikan proses kedatangan jamaah berjalan aman, tertib, dan nyaman.
Untuk mendukung kelancaran operasional pemulangan, pihak bandara berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I, Kementerian Agama, AirNav Indonesia, Balai Kekarantinaan Kesehatan, TNI, Polri, maskapai penerbangan, perusahaan ground handling, serta instansi terkait lainnya.
Manajemen bandara mengimbau jamaah dan panitia untuk mengikuti arahan petugas selama proses kedatangan guna menjaga kelancaran layanan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa bandara.
Adapun jadwal kepulangan jamaah haji Kalimantan Barat melalui Bandara Supadio meliputi Kloter 14 sebanyak 444 jamaah pada 17 Juni, Kloter 15 sebanyak 445 jamaah pada 18 Juni, Kloter 16 sebanyak 445 jamaah pada 19 Juni, Kloter 17 sebanyak 444 jamaah pada 20 Juni, serta Kloter 18 sebanyak 83 jamaah pada 21 Juni 2026.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, penyelenggara haji, dan seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi udara, pemulangan jamaah haji Kalimantan Barat diharapkan berlangsung lancar hingga kedatangan kloter terakhir pada 21 Juni mendatang.
Selain menjadi momentum kembalinya para tamu Allah ke kampung halaman, kepulangan jamaah haji tahun ini juga menunjukkan kesiapan layanan transportasi dan koordinasi lintas instansi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kalimantan Barat, mulai dari embarkasi hingga kembali ke daerah asal masing-masing.(Ant)
