Ahli Metalurgi Diminta Dorong Transformasi Industri Mineral

Proses peleburan baja.

JAKARTA, borneoreview.co – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) memiliki peran strategis menjalankan transformasi industri mineral.

PROMETINDO didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi. Tapi juga menciptakan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri.

Dirjen Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno menyebut peran PROMETINDO semakin penting seiring perubahan arah industri minerba. Dari sekadar mengekstraksi sumber daya menuju pengembangan industri bernilai tambah.

India Siap Investasi Industri Hilirisasi Logam Indonesia

Sebab itu organisasi profesi perlu mengambil bagian dalam memastikan transformasi tersebut ditopang kemampuan teknologi dan sumber daya manusia nasional.

Menurut Tri Winarno, setidaknya tiga hal yang perlu diperkuat PROMETINDO. Pertama, penguasaan teknologi metalurgi secara mandiri agar Indonesia tidak terus bergantung pada lisensi maupun tenaga asing.

Kedua, penegakan standar profesionalisme dan etika profesi dengan menempatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta kelestarian lingkungan sebagai prioritas.

Ketiga, mendorong akselerasi hilirisasi secara selektif, terutama pada komoditas mineral kritis, untuk memperkuat struktur industri domestik.

Tri Winarno juga menyampaikan lima agenda strategis yang perlu menjadi perhatian bersama dalam tata kelola minerba: Ketahanan energi, hilirisasi lanjutan, tata kelola transparan, responsible mining, dan transisi berkeadilan.

Ponton dalam Industri Tambang Emas: Fungsi, Manfaat, dan Tantangannya

Kelima agenda tersebut, dapat menjadi ruang kontribusi bagi PROMETINDO untuk menghadirkan perspektif dan rekomendasi berbasis keahlian metalurgi.

Pada aspek hilirisasi, Tri menegaskan pengolahan mineral tidak boleh berhenti pada produk mentah atau setengah jadi. Industri perlu didorong menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi hingga produk akhir (end-product).

Tata kelola transparan harus diperkuat melalui pengelolaan produksi, perizinan, data, dan pengawasan. Penerapan responsible mining dan transisi berkeadilan juga harus memastikan transformasi industri tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

Sejarah Tambang Bauksit di Kalimantan Barat, Lihat Dampaknya Berikut Ini

Dirjen Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM berharap, PROMETINDO mampu menjadi bagian dari proses tersebut dengan menghadirkan profesional metalurgi yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memahami kebutuhan industri, lingkungan, dan kepentingan masyarakat.

“Hilirisasi memberikan arah, inovasi memberikan kemampuan bersaing, dan keberlanjutan memberikan legitimasi bagi industri pertambangan untuk tumbuh,” kata Tri Winarno.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *