TENGGARONG, borneoreview.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berencana memprioritaskan warga desil 1 hingga 3 menjadi petani plasma sawit. Meningkatkan taraf kesejahteraan warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, mendorong perusahaan pengolahan sawit mengandeng warga kategori desil 1 hingga 3 menjadi petani kemitraan.
Menurut Bupati, penerimaan manfaat plasma yang tepat sasaran berpotensi meningkatkan pendapatan warga kurang mampu. Sekaligus menurunkan angka kemiskinan secara sistematis.
“Harapan kami, kita semua bisa saling berkolaborasi dan saling menguatkan. Sehingga aktivitas yang kita lakukan bisa memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Bupati Aulia Rahman Basri.
Kemitraan Sawit
Pembenahan kemitraan sawit mendorong sinergi lintas sektor dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan penguatan ekonomi rakyat.
Bupati juga meminta pengelolaan dana tanggungan jawab sosial dan lingkungan perusahaan atau CSR, juga terintegrasi dengan program prioritas pembangunan daerah.
Sekitar 13.000 warga Kabupaten Kutai Kartanegra masuk dalam kategori desil 1 atau sangat miskin. Mereka menjadi prioritas penerima bantuan pemerintah.
Pemkab Kutai Kartanegara antara lain memberikan bantuan paket makanan pokok untuk kelompok rentan. Veteran dan janda veteran juga menjadi target penerima bantuan uang tunia.
Pemberdayaan Warga Rentan
Selain memberikan bantuan langsung untuk masyarakat non-produktif (lansia dan disabilitas berat), bantuan juga diberikan melalui metode pemberdayaan.
Bantuan pemberdayaan menyasar warga usia produktif agar memiliki ketrampilan dan kemandirian ekonomi. Harapannya mereka mampu keluar dari jeratan kemiskinan secara permanen.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat, terdapat 29 perusahaan perkebunan sawit di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Terdapat 19 pabrik pengolahan kelapa sawit yang aktif tersebar di 11 kecamatan dengan kapasitas produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 1.035 ton per jam.***
