BENGKAYANG, borneoreview.co – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meminta PT PLN mempercepat proses pemeliharaan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkayang menyusul keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang berlangsung hingga sekitar dua jam.
Permintaan tersebut disampaikan Ria Norsan saat melakukan kunjungan kerja langsung ke PLTU Bengkayang untuk meninjau proses pemeliharaan menyeluruh atau overhaul yang sedang berlangsung.
Dalam peninjauan itu, Gubernur mempertanyakan durasi perbaikan yang ditargetkan mencapai 54 hari dan dijadwalkan selesai pada 5 Desember 2026. Ia meminta pihak pengelola pembangkit mengupayakan percepatan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 25 hari.
“Masyarakat kan sekarang ribut kenapa listrik ini padam-padam, jadi kita untuk menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat kita terhadap PLN,” kata Ria Norsan.
Menurut dia, percepatan pemeliharaan diperlukan agar pasokan listrik di Kalimantan Barat dapat kembali normal sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru. Ia berharap pekerjaan tersebut bisa rampung pada pertengahan November 2026.
“Kalau bisa di pertengahan November sudah selesai,” ujarnya kepada jajaran pengelola pembangkit.
Ria Norsan juga menjelaskan bahwa pemadaman bergilir terjadi karena proses pemeliharaan rutin yang diperlukan untuk menjaga keandalan mesin pembangkit. Ia menyebut mesin PLTU tersebut telah beroperasi selama tujuh tahun sehingga membutuhkan perawatan menyeluruh.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab pemadaman dan meminta warga memahami proses pemeliharaan yang sedang dilakukan.
Sementara itu, Direktur Operasi PT PLN Indonesia Power, Muhammad Padang Dirgantara, menyambut baik kunjungan dan perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap kondisi kelistrikan daerah.
Ia menjelaskan, PLTU Bengkayang memiliki peran penting dalam memasok listrik ke Sistem Khatulistiwa di Kalimantan Barat. Ketika kedua unit mesin beroperasi, pembangkit tersebut menyumbang sekitar 12 hingga 14 persen dari kebutuhan sistem kelistrikan tersebut.
Menurutnya, pihak PLN berkomitmen mengoptimalkan pekerjaan pemeliharaan agar pembangkit dapat kembali beroperasi dan memberikan kontribusi maksimal terhadap pasokan listrik.
Kunjungan Gubernur tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengawal pelayanan kelistrikan di tengah keluhan masyarakat. Namun, percepatan yang diminta perlu diikuti dengan kepastian jadwal penyelesaian dan informasi berkala mengenai perkembangan pekerjaan.
Masyarakat kini menantikan realisasi target percepatan tersebut agar pemadaman bergilir tidak berlangsung lebih lama. Selain memastikan pekerjaan selesai sesuai harapan, keandalan pasokan listrik tetap menjadi perhatian penting, terutama menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat pada akhir tahun.***
