Ada Kebun Sawit Ilegal Masih Berproduksi di Habitat Gajah Sumatra

kebun sawit

BENGKULU, borneoreview.co – Yayasan Genesis Bengkulu menemukan kebun sawit ilegal masih berproduksi di kawasan habitat Gajah Sumatera di Bentang Alam Seblat, dalam operasi Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) tahap pertama.

“Hasil monitoring lapangan yang dilakukan pada konsesi PT Bentanra Agra Timber (BAT) dan PT Anugerah Pratama Inspirasi (API) menemukan bahwa sebagian besar kebun sawit ilegal yang telah lama menguasai kawasan hutan masih berdiri dan terus berproduksi,” kata Direktur Genesis Egi seperti disiarkan Antara, Senin (29/6/2026).

Menurut Genesis, Bentang Alam Seblat merupakan salah satu habitat penting gajah Sumatra di Provinsi Bengkulu.

Kawasan tersebut selama ini menghadapi tekanan akibat aktivitas perambahan dan pembukaan lahan menjadi perkebunan sawit di dalam kawasan hutan.

Di dalam konsesi PT BAT, tim monitoring masih menemukan aktivitas keluar masuk petani dan kendaraan pengangkut hasil kebun.

Selain itu, hamparan sawit berusia sekitar tiga hingga delapan tahun masih ditemukan di sejumlah lokasi, disertai keberadaan pondok kebun dan indikasi pembukaan kawasan baru di beberapa titik.

Sementara di konsesi PT API, Genesis mencatat adanya sejumlah perkembangan, antara lain pembongkaran pondok kebun dan berkurangnya aktivitas pembukaan lahan baru.

Namun, kebun sawit yang telah produktif masih ditemukan di dalam kawasan, sedangkan aktivitas kendaraan modifikasi milik perambah juga masih terpantau.

Hasil monitoring juga menunjukkan sejumlah sarana pengamanan seperti plang peringatan dan garis pengamanan di beberapa lokasi mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut, menurut Genesis, menunjukkan perlunya penguatan pengawasan pasca-operasi Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), agar upaya penertiban dapat berjalan lebih optimal.

Di beberapa lokasi yang sebelumnya merupakan area pembukaan baru, tim Genesis menemukan tanda suksesi alami berupa tumbuhnya vegetasi pionir seperti alang-alang, bandotan, pakis resam, harendong, dan jenis pionir lainnya.

Temuan ini menunjukkan bahwa kawasan memiliki kemampuan untuk pulih apabila tekanan aktivitas manusia dihentikan.

Genesis menilai pemulihan habitat Gajah Sumatra di Bentang Alam Seblat memerlukan langkah berkelanjutan, mulai dari pengawasan akses kawasan, penindakan, pengamanan pasca-operasi, hingga upaya pemulihan fungsi ekologis kawasan agar habitat satwa liar yang dilindungi itu dapat terjaga secara optimal.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *