Ada Orangutan di Perkebunan di Kutai Kartanegara, BKSDA Kaltim: Saat Dievakuasi Sangat Kurus

Orangutan

SAMARINDA, borneoreview.co – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) menyelamatkan seekor orangutan jantan yang terisolasi di perkebunan Desa Menamang Kanan, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Melansir Antara, Jumat (18/9/2026), Kepala BKSDA Kaltim, M Ari Wibawanto, mengatakan laporan keberadaan orangutan tersebut pertama kali diterima oleh petugas Call Center BKSDA Kaltim pada Minggu lalu.

“Penyelamatan orangutan berusia 20 tahun ini kami lakukan setelah menerima laporan darurat terkait kemunculan satwa di area kerja perusahaan,” katanya.

Kondisi fisik satwa yang tampak lunglai dan kian memprihatinkan memicu tim penyelamat bergerak cepat menuju lokasi keberadaan orangutan di Kecamatan Muara Kaman.

“Tim Wildlife Rescue Unit BKSDA Kaltim bersama mitra Conservation Action Network (CAN) dan manajemen perusahaan merespons laporan tersebut pada Senin,” ujar Ari.

Proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian mengingat kondisi medan sekitar kawasan produksi PT SHJ mengalami dampak kekeringan yang cukup parah.

Aliran sungai di sekitar habitat alami tersebut dilaporkan telah mengering total, sehingga memicu krisis ketersediaan air minum dan pakan alami satwa.

“Saat dievakuasi, kondisi fisik orangutan jantan ini sangat kurus dengan bobot hanya berkisar 25 hingga 30 kilogram dari ukuran normal,” tutur Ari.

Pejantan dewasa tersebut terindikasi kuat mengalami dehidrasi berat akibat berkurangnya pasokan air minum serta penurunan kualitas vegetasi hutan di sekitarnya.

Usai berhasil diamankan dari lokasi, primata malang itu langsung dievakuasi menuju fasilitas perawatan guna memperoleh penanganan medis secara intensif.

“Tim dokter hewan dari jaringan CAN langsung memberikan tindakan darurat untuk menstabilkan kondisi fisik serta memulihkan cairan tubuh satwa,” kata Ari.

Tahapan pemantauan kesehatan dilakukan secara berkala hingga kondisi stamina serta metabolisme tubuh primata endemik Kalimantan tersebut dinyatakan membaik.

Setelah masa kritis terlewati, orangutan dijadwalkan menjalani proses rehabilitasi lanjutan hingga siap dikembalikan ke habitat aslinya di hutan lepas.

“Sinergi cepat ini membuktikan bahwa komitmen bersama mampu memberikan harapan hidup baru bagi kelestarian satwa liar dari ancaman kekeringan,” tegas Ari.

BKSDA Kaltim mengimbau seluruh pihak untuk terus melaporkan keberadaan satwa dilindungi guna mencegah potensi konflik serta menjaga kelestarian ekosistem alam.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *