Bukan ‘Sholat Robo-Robo’, Jamaah Masjid Jami Shahibul Kahfi Jungkat Gelar Sholat Lidafi’il Bala

tradisi Robo’-Robo’

MEMPAWAH, borneoreview.co – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Jami Shahibul Kahfi di Jalan Raya Desa Jungkat, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Rabu (12/8/2026).

Puluhan jamaah berkumpul tepat pada momen hari Rabu terakhir di bulan Safar 1448 Hijriah untuk melaksanakan tradisi tahunan Robo’-Robo’.

Namun, ada yang beda dalam pemahaman ibadah yang dijalankan jamaah setempat. Pengurus masjid menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah di hari tersebut bukanlah “Sholat Robo-Robo” sebagaimana stigma atau kekeliruan sebutan yang kerap beredar di tengah masyarakat, melainkan Sholat Sunnah Lidafi’il Bala (sholat sunnah untuk memohon perlindungan dari mara bahaya).

Imam Masjid Jami Shahibul Kahfi Jungkat, Ismail, menjelaskan bahwa penegasan ini penting agar masyarakat tidak keliru memahami antara syariat ibadah dan tradisi kebudayaan lokal.

“Banyak salah pemahaman di luar sana, ada yang menyebutnya ‘Sholat Robo-Robo’. Padahal itu tidak ada. Yang kami laksanakan ini adalah Sholat Sunnah Lidafi’il Bala, amalan untuk memohon perlindungan dari bencana,” ujar Ismail di lokasi kegiatan.

Ismail menambahkan, rujukan amalan sholat sunnah dua rakaat ini mengikuti tata cara yang diajarkan oleh para ulama, termasuk dari Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya (TQN Syekh KH. Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad ra. dan Syekh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin ra.).

Bagi jamaah tarekat setempat, amalan dan doa seperti ini sebenarnya bukan hal baru yang hanya dilakukan setahun sekali saat tradisi Robo’-Robo’. Ritual pengajian dan doa bersama rutin digelar setiap minggu dari rumah ke rumah maupun di surau-surau desa.

“Amalan doa dan zikir ini sebenarnya kami jalankan rutin tiap minggu, hanya saja momen harinya hari ini bertepatan dengan tradisi Rabu terakhir bulan Safar yang oleh warga lokal dikenal dengan istilah Robo’-Robo’,” jelasnya.

Klarifikasi mengenai lurusnya niat ibadah ini pun disambut hangat oleh warga dan jamaah setempat. Rusli (42), salah seorang warga Desa Jungkat yang rutin mengikuti ibadah Robo’-Robo’ di masjid tersebut, mengaku merasa lebih tenang dengan adanya edukasi rutin dari pengurus masjid.

“Dulu sebagian warga awam memang ada yang asal sebut Sholat Robo-Robo. Tapi setelah rutin diberi tahu oleh Pak Imam dan pengurus masjid, kami jadi paham bedanya mana ibadah sholat sunnah penolak bala, mana yang tradisi kearifan lokal. Jadi ibadahnya mantap, tradisinya juga tetap terjaga,” ungkap Rusli di pelataran masjid usai ibadah.

Melalui kegiatan ini, pihak pengurus masjid berharap generasi muda di Kabupaten Mempawah tidak hanya ikut-ikutan meramaikan euforia tradisi Robo’-Robo’, tetapi juga memahami nilai-nilai spiritual, tata cara ibadah yang benar, serta terhindar dari pemahaman yang keliru.(hermansyah)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *