Bupati Melawi Bidik Tiga Agenda Besar Provinsi Kalbar, Dorong Ekonomi dan Citra Daerah

Bupati Melawi

NANGA PINOH, borneoreview.co – Di tengah kebijakan pengetatan anggaran yang dilakukan pemerintah, Bupati Melawi Dadi Sunarya Usfa Yursa tetap menunjukkan optimisme dalam mendorong pembangunan dan kemajuan daerah.

Salah satu langkah strategis yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi adalah menghadirkan berbagai agenda besar tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Bahkan, Melawi diproyeksikan menjadi tuan rumah tiga kegiatan provinsi secara berturut-turut mulai 2028 hingga 2030.

Agenda pertama yang telah dipastikan adalah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat ke-36 pada 2028. Ajang keagamaan tersebut menjadi momentum penting bagi Melawi untuk kembali dipercaya sebagai tuan rumah setelah sebelumnya pernah menyelenggarakan kegiatan serupa.

“Kita sudah final. Pada tahun 2028 Kabupaten Melawi akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat ke-36. Ini akan menjadi yang kedua kalinya setelah masa almarhum Pak Firman,” ujar Dadi usai melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi, Kamis (30/7/2026).

Tidak berhenti pada MTQ, Pemkab Melawi juga menargetkan menjadi tuan rumah Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada 2029.

Sementara pada 2030, yang menjadi tahun terakhir masa kepemimpinan Bupati Dadi Sunarya bersama Wakil Bupati Melawi, ia berharap daerah tersebut dapat dipercaya sebagai tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

“Sebagai penutup masa jabatan saya bersama Pak Wakil pada 2030, saya minta Melawi menjadi tuan rumah Pesparani. Untuk Pesparawi kita sudah pernah, MTQ juga sudah dua kali. Tinggal Pesparani yang belum,” katanya.

Menurut Dadi, penyelenggaraan berbagai agenda berskala provinsi bukan hanya berkaitan dengan seremoni pemerintahan, tetapi juga menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Melawi kepada masyarakat luas.

Kehadiran ribuan peserta, pendamping, dan tamu dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama sektor usaha kecil, kuliner, transportasi, penginapan, hingga produk lokal.

Selain itu, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun citra Melawi sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan besar dengan mengedepankan semangat kebersamaan, toleransi, dan keberagaman.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *