NANGA PINOH, borneoreview.co – Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, meminta pengurus Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPD APKASINDO) Kabupaten Melawi periode 2025–2030 memperkuat peran organisasi dalam membangun kemitraan serta meningkatkan kapasitas petani sawit.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri pelantikan pengurus DPD APKASINDO Kabupaten Melawi yang dirangkai dengan workshop sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perkebunan kelapa sawit, Kamis (24/9/2026).
Menurut Bupati, pelantikan kepengurusan baru bukan hanya agenda seremonial, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi APKASINDO dalam mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang produktif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi momentum untuk memperkuat peran dan tanggung jawab APKASINDO dalam membangun kemitraan, meningkatkan kapasitas petani kelapa sawit, serta mendorong pengelolaan perkebunan yang produktif, berkelanjutan, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan,” ujar Dadi.
Ia menyebut sektor kelapa sawit memiliki peran strategis bagi Kabupaten Melawi. Selain menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat, perkebunan sawit juga membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan roda perekonomian di berbagai wilayah.
Namun, pengembangan sektor perkebunan, kata Bupati, harus berjalan seimbang dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu perhatian utama adalah pencegahan karhutla yang dapat memberikan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat.
“Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, pendidikan, perekonomian, hingga transportasi,” katanya.
Melalui workshop tersebut, Bupati berharap seluruh peserta dapat memiliki pemahaman yang sama terkait upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, khususnya di kawasan perkebunan kelapa sawit.

Ia mengajak perusahaan perkebunan, petani, kelompok masyarakat, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi dan mengambil langkah konkret dalam menjaga lingkungan.
“Dengan komitmen bersama, koordinasi yang baik, dan tindakan nyata dari seluruh pihak, risiko karhutla dapat ditekan sekaligus meningkatkan kontribusi sektor perkebunan terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Melawi,” ungkapnya.
Ketua DPD APKASINDO Kabupaten Melawi, Sopian Hadi, mengatakan kepengurusan baru siap memperjuangkan kepentingan petani sawit serta menjadi wadah penyampaian aspirasi petani kepada pemerintah maupun pihak terkait.
Ia juga mengajak seluruh petani sawit untuk ikut berperan aktif dalam mencegah karhutla sejak dini.
Sementara itu, Ketua DPW APKASINDO Kalimantan Barat, Indra Rustandi, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia petani sawit, salah satunya melalui program beasiswa bagi anak-anak petani.
Ia menyampaikan, sekitar 40 penerima beasiswa dari Kabupaten Melawi telah mendapatkan dukungan pendidikan melalui program tersebut. Selain itu, Indra juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi petani, terutama terkait pemasaran tandan buah segar (TBS) akibat adanya pembatasan kuota penerimaan di sejumlah pabrik kelapa sawit.
Di akhir kegiatan, Bupati Melawi menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus DPD APKASINDO Kabupaten Melawi periode 2025–2030. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah organisasi dan memberikan manfaat bagi petani sawit serta masyarakat luas.
Bupati juga secara resmi membuka workshop sosialisasi pencegahan karhutla di perkebunan kelapa sawit sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sektor perkebunan di Kabupaten Melawi.***
