Bupati Melawi Imbau Warga Waspada Karhutla, Gunakan Masker Cegah Dampak Asap

Karhutla

MELAWI, borneoreview.co – Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa mengingatkan masyarakat Kabupaten Melawi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mulai terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut turut menyebabkan kabut asap mulai menyelimuti beberapa kawasan dan berpotensi menurunkan kualitas udara serta berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Bupati meminta warga, khususnya yang masih harus beraktivitas di luar rumah, untuk menggunakan masker sebagai langkah perlindungan diri dari paparan asap. Menurutnya, asap akibat Karhutla dapat mengganggu sistem pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Melawi agar tetap waspada terhadap situasi Karhutla yang saat ini mulai terjadi. Kabut asap juga sudah mulai terasa di beberapa wilayah, sehingga kami meminta masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar rumah, untuk menggunakan masker sebagai upaya menghindari dampak buruk terhadap kesehatan, termasuk penyakit ISPA,” ujar Bupati, Jumat (21/08/2026).

Menurut Dadi Sunarya, upaya pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat terkait, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Kesadaran warga dalam menjaga lingkungan menjadi kunci agar kebakaran tidak semakin meluas.

Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama penggunaan api di kawasan terbuka. Kelalaian kecil, kata dia, dapat menimbulkan dampak besar apabila tidak segera dicegah.

“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati terhadap sekecil apa pun yang dapat mengakibatkan bahaya kebakaran. Jangan sampai kelalaian kecil justru menyebabkan kebakaran lahan yang meluas dan berdampak kepada lingkungan maupun kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Selain meningkatkan kewaspadaan, Bupati juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kejadian kebakaran lahan agar dapat dilakukan penanganan secara cepat oleh pihak terkait.

Ia menekankan, kabut asap akibat Karhutla harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat dan jarak pandang, tetapi juga berisiko terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan.

“Mari kita bersama-sama mencegah Karhutla. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Dengan meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran sembarangan dan segera melaporkan apabila melihat adanya kebakaran, kita dapat meminimalkan risiko Karhutla di Kabupaten Melawi,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Melawi mengajak masyarakat tetap tenang namun tidak lengah menghadapi kondisi Karhutla. Warga juga diingatkan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat serta terus menjaga kesehatan hingga kualitas udara kembali membaik.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *