KUBU RAYA, borneoreview.co – Komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pendidikan kembali ditunjukkan Bupati Kubu Raya, Sujiwo.
Di tengah upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, ia turun langsung meninjau lahan milik Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jalan Parit Seruat, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, awal pekan ini.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Di lokasi itu, Sujiwo melihat langsung potensi lahan yang direncanakan menjadi pusat aktivitas para guru di Kabupaten Kubu Raya.
Pemerintah daerah menilai, keberadaan fasilitas yang representatif menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Dalam keterangannya, Sujiwo menegaskan bahwa penghargaan terhadap guru harus diwujudkan dalam langkah konkret, bukan sekadar ucapan. Salah satunya melalui dukungan terhadap sarana organisasi profesi seperti PGRI.
“Apresiasi terhadap guru tidak cukup hanya disampaikan secara verbal, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk fasilitas yang nyata dan bermanfaat,” ujarnya.
Ia menilai, lahan tersebut memiliki prospek besar untuk dikembangkan menjadi gedung PGRI yang dapat difungsikan sebagai pusat pelatihan, kegiatan pendidikan, hingga ruang kolaborasi antarpendidik.
Ke depan, fasilitas ini diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan kompetensi guru sekaligus memperkuat peran mereka dalam pembangunan daerah.
Lebih jauh, Sujiwo menekankan posisi strategis guru sebagai ujung tombak pembangunan manusia. Karena itu, menurutnya, dukungan terhadap profesi guru harus menjadi prioritas, termasuk melalui penyediaan infrastruktur yang memadai.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya pun membuka peluang dukungan dari berbagai sisi, mulai dari perencanaan hingga penganggaran, agar pembangunan gedung PGRI dapat segera direalisasikan.
Langkah ini disambut positif oleh pengurus PGRI setempat. Mereka berharap rencana tersebut tidak berhenti pada tahap wacana, melainkan dapat segera diwujudkan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi seperti PGRI menjadi kunci.
Peninjauan lahan ini menjadi sinyal awal bahwa pembangunan pendidikan di Kubu Raya tidak hanya berbicara soal kurikulum, tetapi juga tentang ruang, fasilitas, dan dukungan nyata bagi para penggeraknya.***
