Burung Haruai Tertangkap Kamera Peneliti, Dishut Kalsel: Ini Kabar Baik bagi Upaya Konservasi

burung haruai

BANJARBARU, borneoreview.co – Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyebut penemuan burung haruai menjadi indikator terjaganya ekosistem hutan untuk memperkuat biodiversitas kawasan Geopark Meratus.

Melansir Antara, Jumat (12/6/2026), burung haruai merupakan endemik langka Kalimantan. Hewan ini tertangkap kamera peneliti di Gunung Kahung, Kabupaten Banjar, Kalsel.

Kepala Dishut Kalsel  Fathimatuzzahra, mengatakan pihaknya akan melakukan peninjauan lapangan dalam waktu dekat ke kawasan Gunung Kahung, tempat kemunculan burung haruai tersebut pada beberapa hari lalu.

“Burung haruai yang memiliki kemiripan dengan burung merak merupakan satwa yang menarik dan keberadaannya menjadi salah satu indikasi kekayaan biodiversitas yang masih terjaga di kawasan hutan Kalimantan Selatan,” ujarnya, kemarin.

Ia mengatakan Dishut Kalsel akan memastikan keberadaan satwa itu di habitat alaminya dan segera menindaklanjuti temuan keberadaan burung haruai tersebut melalui kunjungan ke Gunung Kahung untuk memantau langsung.

“Ini menjadi kabar baik bagi upaya konservasi di Kalimantan Selatan. Insya Allah dalam waktu dekat kita akan melihat dan memastikan keberadaannya,” katanya.

Selain menyoroti keberadaan burung haruai, Fathimatuzzahra juga mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Setidaknya, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim kemarau telah mulai berlangsung di Kalimantan Selatan dengan puncak diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Ia meminta seluruh personel memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan hutan, sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem yang menjadi habitat satwa liar serta mendukung keberlanjutan fungsi kawasan hutan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *