Cegah Karhutla Meluas, ESDM Kalsel Surati 20 Lebih Perusahaan Tambang Batu Bara

Batu Bara

BANJARBARU, borneoreview.co – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyurati lebih dari 20 perusahaan tambang batu bara dan meminta mereka berkontribusi dalam penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Melansir Antara, Kamis (10/9/2026), Pelaksana Tugas Kepala Dinas ESDM Kalsel Endarto mengatakan perusahaan yang disurati mencakup 19 Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) serta sejumlah perusahaan pertambangan batu bara lainnya yang beroperasi di wilayah Kalsel.

“Selain perusahaan batu bara, kami juga meminta perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) komoditas mineral bukan logam dan batuan turut menjaga wilayah operasi serta lingkungan di sekitar kegiatan pertambangan dari potensi kebakaran,” kata dia, Rabu kemarin.

Dia mengatakan titik panas yang terpantau melalui citra satelit tidak seluruhnya menunjukkan kebakaran hutan dan lahan karena sebagian dapat berasal dari aktivitas pertambangan, seperti tumpukan batu bara atau area terbuka yang mengalami pemanasan.

“Kondisi tersebut dapat memicu swabakar ketika batu bara yang telah digali atau dipindahkan terpapar oksigen dan panas, namun titik semacam itu umumnya berada di sekitar wilayah pertambangan dan tidak memiliki potensi penyebaran seperti kebakaran vegetasi di lahan kering,” tuturnya.

Dia menjelaskan swabakar di area pertambangan berbeda dengan kebakaran hutan dan lahan yang memiliki potensi penyebaran lebih luas karena vegetasi kering, ranting, dan material mudah terbakar lainnya dapat menjadi bahan bakar yang mempercepat pergerakan api.

Oleh karena itu, ia meminta perusahaan menerapkan tata kelola pertambangan yang baik, termasuk aspek teknis, produksi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta lingkungan, sekaligus ikut membantu penanganan karhutla di wilayah sekitar kegiatan.

Dia menyebutkan sejumlah perusahaan seperti Arutmin, Adaro Indonesia, Hasnur Group, Borneo Indobara, Jhonlin Group, dan perusahaan lainnya telah memberikan dukungan berupa personel, pompa, peralatan pemadaman, serta unit pendukung, termasuk Borneo Indobara yang menyiapkan satu unit truk air berkapasitas sekitar 20.000 liter.

“Kami meminta perusahaan pertambangan membantu penanganan karhutla di kabupaten dan kota yang berada di sekitar wilayah operasinya maupun daerah lain yang membutuhkan dukungan, sehingga penanganan dapat diperkuat secara bersama-sama,” ujar Endarto.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *