PONTIANAK, borneoreview.co – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Barat (Kalbar) mengantisipasi gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bagi pegawai dan warga binaan di sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) sebagai dampak polusi kabut asap di wilayah itu
“Walaupun saat ini sedang terjadi kabut asap, kita tetap semangat melaksanakan berbagai kegiatan, termasuk jalan santai pada pagi hari ini,” kata Kepala Kanwil Ditjenpas Kalbar Jayanta di Pontianak, Kamis (13/8/2026).
Jayanta mengatakan langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat, bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia.
Menurut dia, aspek kesehatan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan di lingkungan pemasyarakatan, terutama untuk mencegah gangguan pernapasan seperti ISPA akibat paparan kabut asap.
Kanwil Ditjenpas Kalbar telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta tim medis internal untuk melakukan langkah pencegahan dan pemantauan kondisi kesehatan pegawai dan warga binaan lapas
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada bapak gubernur dan kepala dinas kesehatan yang sangat peduli terhadap kondisi lapas, khususnya terkait kabut asap dan pencegahan ISPA,” katanya.
Selain pemeriksaan kesehatan, Ditjenpas Kalbar menyiapkan pemeriksaan menggunakan rontgen atau X-ray bagi pegawai dan warga binaan.
Pemeriksaan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan sebagai upaya mendeteksi kondisi kesehatan yang berkaitan dengan paparan asap.
“Tentu hal ini juga menjadi program dari pemerintah pusat, terkait pemeriksaan menggunakan rontgen atau X-ray dada bagi pegawai maupun warga binaan di lapas,” ujar Jayanta.
Di tengah kondisi tersebut, Kanwil Ditjenpas Kalbar tetap menggelar sejumlah kegiatan untuk menyemarakkan HUT Ke-81 RI. Jalan santai menjadi salah satu kegiatan yang diikuti jajaran Kanwil Ditjenpas bersama UPT Pemasyarakatan se-Pontianak.
Rangkaian kegiatan juga diisi berbagai perlombaan, seperti makan kerupuk, tarik tambang, bola voli, sepak bola, dan permainan lainnya yang melibatkan unsur pemasyarakatan dalam suasana kebersamaan.
Selain itu, Kanwil Ditjenpas Kalbar melakukan bakti sosial sebagai bagian dari program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Bantuan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk rumah yatim dan rumah yatim piatu serta pelaksanaan bedah rumah di Pontianak.
Sementara itu, terkait pemberian remisi HUT Ke-81 RI, Jayanta mengatakan proses pengusulan tersebut telah disampaikan kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum RI.
Dia menambahkan pihaknya masih menunggu keputusan mengenai warga binaan yang memperoleh remisi maupun yang langsung bebas.
“Untuk remisi saat ini masih dalam proses. Sudah kita usulkan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan kita tinggal menunggu keputusan, berapa jumlah warga binaan yang langsung bebas dan berapa jumlah yang akan mendapatkan remisi,” katanya.
Jayanta menegaskan rangkaian peringatan kemerdekaan RI tahun inintetap diarahkan untuk memperkuat kebersamaan pegawai dan warga binaan, dengan pelaksanaan kegiatan yang menyesuaikan kondisi lingkungan dan mengutamakan aspek kesehatan.(Ant)
