Filipina dan Malaysia Tutup Sekolah Akibat Kabut Asap Karhutla

Pemadaman api karhutla

JAKARTA, borneoreview.co – Kabut asap akibat karhutla di Indonesia menyebabkan polusi udara hingga tingkat tidak sehat di sejumlah wilayah Asia Tenggara. Beberapa negara menutup sekolah dan mengeluarkan peringatan resmi agar warga tetap berada dalam ruangan.

Berdasarkan pemantau asal Swiss, IQAir, kualitas udara berada pada kisaran “sangat tidak sehat” hingga “berbahaya” di sebagian wilayah Filipina dan Kalimantan. Pihak berwenang meningkatkan respons terhadap krisis lintas batas yang kian memburuk.

Menurut Agam Fatchurrochman, pejabat bidang hubungan pemangku kepentingan keberlanjutan di Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), sejumlah pekerja perkebunan turut dikerahkan untuk memadamkan karhutla.

“Kegiatan panen sempat terganggu karena perusahaan menugaskan sebagian pekerja dan staf mereka untuk membantu mencegah penyebaran api,” kata Agam. Dia menambahkan pertumbuhan tandan sawit bisa terdampak karena asap menutupui paparan sinar matahari.

Meskikebakaran hutan merupakan fenomena musiman di Asia Tenggara, kondisi kering yang berkepanjangan dan suhu lebih panas akibat pola cuaca El Niño, meningkatkan risiko situasi darurat yang lebih luas dan berlangsung lebih lama pada tahun ini.

Titik Panas Meningkat

Berdasarkan data resmi, jumlah titik panas di Indonesia melonjak hingga hampir 10.000 titik pada bulan lalu —sepuluh kali lipat lebih banyak dibandingkan dua tahun terakhir— dan lebih dari 200.000 hektare lahan hangus terbakar sepanjang tahun ini.

“Situasi kabut asap yang sedang berlangsung di Indonesia dan Malaysia menjadi perhatian utama,” ujar David Ng, pedagang senior di IcebergX Sdn.

David khawatir situsi yang memburuk di dua negara produsen kelapa sawit terbesar dunia (Indonesia dan Malaysia) akan mengganggu produksi. “Kondisi yang lebih kering akan memengaruhi hasil panen dalam jangka menengah,” katanya. Gangguan terhadap operasional dan jam kerja para buruh sawit akan berdampak pada penurunan jumlah produksi.

Potensi gangguan pasokan minyak nabati yang paling banyak digunakan di dunia ini, dapat memicu kenaikan harga. Padahal saat ini harga sawit sudah berada di level tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Harga kontrak berjangka kelapa sawit sempat naik hingga 2,4 persen menjadi 5.013 Ringgit per ton di Kuala Lumpur pada Selasa. Kenaikan ini melanjutkan tren peningkatan harga yang dipicu oleh risiko cuaca serta meningkatnya permintaan bahan bakar nabati (biofuel) di tengah tingginya harga minyak mentah akibat konflik di Timur Tengah.

Modifikasi Cuaca

Negara bagian Sarawak, Malaysia —terletak di Pulau Kalimantan, yang wilayahnya juga mencakup Indonesia dan Brunei— bersiap untuk menutup perkantoran dan melakukan penyemaian awan (teknologi modifikasi cuaca). Selama beberapa hari, ibu kota negara bagian tersebut, Kuching, tercatat memiliki kualitas udara terburuk di dunia menurut data IQAir.

“Jika status darurat ditetapkan, seluruh kantor serta sektor publik dan swasta di wilayah terdampak akan ditutup. Hanya layanan esensial yang diizinkan beroperasi,” demikian pernyataan Wakil Perdana Menteri Sarawak, Douglas Uggah Embas, sebagaimana dikutip oleh *The Edge Malaysia*.

Operasi penyemaian awan di negara bagian tersebut dijadwalkan berlangsung 3–5 September. Langkah ini bertujuan untuk mengisi kembali waduk yang surut akibat musim kering yang berkepanjangan.

Sementara itu, Quezon City—kota wilayah terpadat di Filipina membatalkan kegiatan belajar tatap muka di sekolah negeri pada hari Selasa akibat kabut asap. “Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama. Terutama bagi mereka yang sensitif terhadap polusi udara,” demikian pernyataan Biro Pengelolaan Lingkungan Hidup negara tersebut di Facebook.

Indonesia mengerahkan ribuan petugas pemadam kebakaran di Kalimantan. Pesawat diterbangkan untuk melakukan pengeboman air (*water bombing*) memadamkan api dari udara. Hal ini disampaikan Rizal Irawan, Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup di Kementerian Lingkungan Hidup, dikutip kantor berita Antara.

Polusi udara juga mencapai tingkat berbahaya di wilayah Kalimantan dan sejumlah kota di Sumatera sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan kegiatan usaha. Kegiatan belajar di sekolah dialihkan ke sistem daring, sementara warga mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Pemilik toko dan pengemudi layanan transportasi daring melaporkan penurunan permintaan karena masyarakat lebih memilih tinggal di rumah. Puluhan penerbangan dibatalkan atau ditunda akibat jarak pandang yang terbatas di bandara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *