Gubernur Kalbar Dorong RSUD Tingkatkan Kecepatan dan Mutu Layanan

Mutu Layanan

PONTIANAK, borneoreview.co –  Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan pentingnya transformasi tata kelola dan peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit daerah untuk menghapus stigma pelayanan lambat yang masih melekat di masyarakat.

“Harapan saya, Rakernas ini menghasilkan musyawarah dan mufakat yang dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Tema yang kita usung hari ini harus benar-benar diimplementasikan sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” kata Norsan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) ke-16 di Pontianak, Jumat (12/6/2026).

Ria Norsan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kalimantan Barat sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rakernas ARSADA ke-16. Menurutnya, forum nasional tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui penguatan tata kelola rumah sakit daerah.

Ia menilai rumah sakit daerah masih menghadapi tantangan besar terkait persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan. Meski rumah sakit daerah menjadi pilihan utama karena biaya yang relatif terjangkau, keluhan mengenai lambatnya pelayanan masih sering muncul.

“Masyarakat sampai hari ini masih mengatakan bahwa rumah sakit daerah pelayanannya lambat. Namun di sisi lain, masyarakat juga menilai rumah sakit daerah lebih terjangkau dibandingkan rumah sakit swasta. Karena itulah masyarakat tetap datang dan mempercayakan pelayanan kesehatannya kepada rumah sakit daerah,” tuturnya.

Menurut Norsan, persepsi tersebut harus dijawab melalui pembenahan menyeluruh mulai dari kecepatan pelayanan, profesionalisme tenaga kesehatan, akurasi diagnosis, hingga tata kelola manajemen yang lebih efektif.

Ia menegaskan rumah sakit daerah harus mampu menunjukkan kualitas pelayanan yang cepat, profesional, dan kompetitif sehingga kepercayaan masyarakat semakin meningkat.

“Stigma ini harus kita hilangkan. Rumah sakit daerah harus mampu menunjukkan bahwa pelayanannya cepat, profesional, dan memiliki kualitas yang tidak kalah dengan rumah sakit lainnya. Kecepatan pelayanan, kompetensi tenaga medis, dan manajemen yang baik harus menjadi prioritas,” katanya.

Gubernur juga menyoroti peluang besar yang dimiliki rumah sakit daerah melalui penerapan pola pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Menurutnya, fleksibilitas yang diberikan melalui sistem BLUD dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan inovasi pelayanan dan meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan.

“Dengan sistem BLUD, rumah sakit memiliki fleksibilitas untuk berinovasi dan meningkatkan fasilitas pelayanan. Tinggal bagaimana manajemen mampu mengelolanya secara efektif agar masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin baik dan cepat,” katanya.

Selain itu, Norsan mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia seiring perkembangan teknologi kesehatan yang semakin maju. Ketelitian dan akurasi dalam diagnosis maupun penanganan pasien, menurutnya, menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *