PONTIANAK, borneoreview co – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyatakan dukungan terhadap rencana alih status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Pontianak untuk memperkuat pengembangan pendidikan tinggi dan sumber daya manusia di daerah.
“Saya sangat mendukung sekali IAIN Pontianak untuk berubah menjadi UIN Pontianak. Mudah-mudahan bisa terwujud. Insya Allah, kami dari Pemprov Kalbar sangat mendukung sekali,” kata Ria Norsan seusai menerima silaturahmi Rektor IAIN Pontianak Prof. Wajidi Sayadi di Pontianak, Selasa (11/8/2026).
Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan perdana Ria Norsan dengan Wajidi yang baru dilantik sebagai Rektor IAIN Pontianak pada 6 Agustus 2026.
Dalam pertemuan itu, Wajidi menyampaikan sejumlah agenda pengembangan kampus, termasuk rencana transformasi IAIN Pontianak menjadi UIN yang saat ini masih membutuhkan pemenuhan salah satu persyaratan.
Wajidi mengatakan IAIN Pontianak disebut hanya menyisakan persyaratan ketersediaan lahan minimal 10 hektare untuk mendukung proses alih status tersebut.
“IAIN Pontianak saat ini tinggal menyisakan satu persyaratan untuk alih status menjadi UIN, yakni ketersediaan lahan minimal 10 hektare,” katanya.
Menurut Wajidi, pemenuhan kebutuhan lahan menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita transformasi kelembagaan IAIN Pontianak sehingga pihaknya berharap dukungan Pemprov Kalbar.
Ria Norsan mengatakan peningkatan status IAIN Pontianak menjadi UIN diharapkan dapat memperluas ruang pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan daerah.
Ia menilai penguatan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kalbar agar memiliki kompetensi dan daya saing yang semakin baik.
“Insya Allah, kami dari Pemprov Kalbar sangat mendukung sekali, dan mudah-mudahan ini bisa diwujudkan dalam waktu yang dekat,” katanya.
Rencana transformasi tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang pengembangan bidang akademik yang lebih luas sehingga IAIN Pontianak mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi keagamaan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.(Ant)
