Gubernur Ria Norsan Ketuk Hati Pusat, Demi Asa Warga Kalbar Korban Karhutla

Menteri PKP Rapat dengan Gubernur

PONTIANAK, borneoreview.co – Abu pekat sisa amukan api belum sepenuhnya dingin di tanah Kalimantan Barat, sementara asa warga merajut sisa hidup terus menyala.

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan mengusulkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kepada Menteri PKP Maruarar Sirait.

Itu dilakukan guna merevitalisasi rumah warga hangus akibat Karhutla, di tengah lonjakan program perumahan daerah sebesar 480 persen.

Layar monitor memantulkan bias cahaya pucat di ruang rapat Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

Jari-jemari Gubernur Ria Norsan mengetuk pelan meja kayu, menatap tajam visual Menteri PKP Maruarar Sirait.

Asap pekat Karhutla dua bulan terakhir telah merenggut tempat berteduh ratusan jiwa. Ria Norsan menyuarakan jeritan hati rakyat kecil korban amukan api.

“Kita berharap rumah warga terdampak karhutla dibantu program BSPS,” ucap Ria Norsan penuh penekanan. Nada suaranya bergetar membawa beban ribuan asa warga kehilangan tempat tinggal.

Karhutla
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat, akibat kemarau panjang dan Elnino.(Ist)

Tak Menyurutkan Tekad

Menteri Maruarar Sirait menyambut antusias lonjakan progres perumahan Kalbar melejit 480 persen menembus angka 17.950 unit.

Kendala distribusi material jalur sungai beralih darat akibat Karhutla tak menyurutkan tekad baja kementerian.

Sinergi pusat daerah merajut asa baru memulihkan luka korban bencana. Kebijakan pembebasan BPHTB kian melengkapi langkah taktis pemulihan pascabencana.

Ria Norsan membuktikan kepemimpinan berjiwa besar merawat harkat martabat wong cilik. Asa warga kini menemukan arah pulang berkat ketulusan pengabdian nyata.

Ria Norsan mengakui tantangan geografis yang ada. Bencana karhutla berlangsung lebih dua bulan. Titik api perlahan mulai berkurang. Cuaca berangsur membaik seiring waktu.

Pemerintah provinsi tidak tinggal diam. Kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan diterapkan. Biaya balik nama digratiskan untuk pengembang serta masyarakat.

Langkah strategis ini meringankan beban ekonomi. Pemulihan pascabencana butuh dukungan menyeluruh. Koordinasi lintas sektor diperkuat maksimal.

Standar mutu bangunan tetap terjaga ketat. Hunian layak huni menjadi prioritas utama. Masyarakat butuh kepastian tempat tinggal.

Rasa aman adalah hak dasar manusia. Program BSPS bisa menjadi jembatan pemulihan. Sinergi pusat dan daerah terbukti efektif.

Kerja bahu membahu menghasilkan dampak nyata. Warga mulai tersenyum melihat fondasi baru. Mimpi memiliki rumah kembali menyala.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *