Harapan Karhutla Berakhir, Sebagian Kalimantan dan Sumatra Diguyur Hujan Hari Ini

Ilustrasi hujan mulai turun di wilayah kebakaran hutan.

JAKARTA, borneoreview.co – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan turun di Kalimantan Tengah, Jambi, dan Sumatra Utara pagi tadi, Selasa (27/10).

Guyuran hujan memberi harapan kebakaran hutan dan lahan segera berakhir. Warga merayakan berakhirnya musim kemarau yang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan.

Para prakirawan cuaca memperingatkan bahwa hujan mungkin tidak terjadi secara merata di semua wilayah Indonesia.

Di Jakarta, hingga tanggal 23 Oktober 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama BPBD masih melakukan operasi modifikasi cuaca agar turun hujan.

BMKG wilayah Sumatra Selatan memperkirakan musim hujan akan dimulai pada bulan November. Sementara di beberapa wilayah rawan kebakaran, hujan bisa saja datang lebih awal.

Hari ini, hujan dengan intensitas bervariasi mulai turun di berbagai wilayah Sumatra dan Kalimantan. Sebagian di antaranya merupakan hasil penyemaian awan (teknologi modifikasi cuaca).

Terjadinya hujan setelah operasi penyemaian awan merupakan pertanda positif, mengingat teknik ini memerlukan keberadaan awan yang memadai.

Hujan Bulan Oktober

Pada tanggal 6 Oktober 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hujan di Provinsi Sumatra Selatan diperkirakan turun paling cepat minggu ketiga Oktober dan paling lambat minggu ketiga November.

Menjelang tanggal 24 Oktober, situasi berubah. Kepala Stasiun Meteorologi di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Siswanto mengungkapkan bahwa kondisi atmosfer mendukung pembentukan awan.

Di provinsi Kalimantan Tengah, prakirawan cuaca mengisyaratkan peluang hujan tinggi untuk tanggal 15 dan 16 Oktober. Hujan benar-benar turun pada kedua hari itu.

Stasiun BMKG Sumatra Selatan memperkirakan curah hujan pada bulan Oktober relatif ringan. Prakiraa musim hujan baru akan terjadi di bulan November.

Sumatra Selatan mengalami musim kemarau lebih dari empat bulan. Di bBeberapa daerah hujan tidak turun selama lebih dari 100 hari.

Kurangi Titik Panas

BMKG menetapkan Sumatra Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung, sebagai provinsi yang masih berisiko mengalami kebakaran hingga 31 Oktober 2026.

Menurut BMKG, Provinsi Riau telah memasuki musim hujan sejak September yang membantu mengurangi jumlah titik panas (hotspot).

Menurut BMKG wilayah selatan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat akan memasuki musim hujan pada bulan Oktober. Stasiun BMKG di Palangkaraya memprediksi hujan akan turun di kota tersebut antara tanggal 27-30 Oktober 2026.

Namun, kondisi belum kunjung membaik. Pada 25 Oktober jarak pandang di beberapa bagian Palangkaraya turun hingga sekitar 50 meter akibat kabut asap.

Stasiun iklim di Kalimantan Selatan memperkirakan curah hujan hingga akhir Oktober akan berada di bawah angka normal.

Di Kalimantan Timur, prakiraan musim hujan terjadi di wilayah barat dan tengah pada akhir Oktober 2026.

Pada sebagian besar wilayah Kalimantan Timur, hujan baru akan turun pada pertengahan November 2026.

ASEAN Specialised Meteorological Centre menyatakan, peningkatan intensitas hujan selama periode peralihan musim (inter-monsoon) menjelang akhir Oktober dapat membantu meredakan titik panas dan kabut asap.

Kebakaran hutan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di pulau Sumatra dan Kalimantan, semakin parah akibat fenomena cuaca El Nino yang kuat. Menyebabkan kabut asap menyebar ke seluruh kawasan tahun ini.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *