PONTIANAK, borneoreview.co – Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalimantan Barat, Ria Norsan mendukung penuh program Presiden Prabowo untuk swasembada pangan berkelanjutan.
Ria Norsan, Gubernur Kalbar menyatakan hal itu, pada Rapat Kerja HKTI Kalbar Tahun 2026 di Pontianak, Sabtu (15/8/2026).
Norsan menegaskan, “Forum ini memiliki arti yang sangat penting, karena menjadi tahapan strategis dalam pelaksanaan program kerja organisasi.”
Rapat kerja memperkuat konsolidasi HKTI di seluruh tingkat kepengurusan, mendukung pencapaian target Pembangunan Nasional, maupun Provinsi Kalimantan Barat.
Rapat Kerja HKTI dimulai dengan penyerahan Saprodi pertanian kepada kelompok Tani Lidah Buaya Navera, Kelompok Tani 3 Famili, Urban Farm Budi Mulia dan Kelompok Tani Khatulistiwa Sejahtera.
Dikatakan Norsan, tindak lanjut Hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang mengamanatkan delapan langkah strategis organisasi.
“HKTI diwajibkan melakukan konsolidasi organisasi di semua tingkatan,” kata Norsan.
Konsolidasi mulai dari DPN, DPD, DPC, PAC, hingga Pengurus Ranting, yang dibersamai dengan pelaksanaan kaderisasi terstruktur, mulai awal tahun 2026.
Selain itu, HKTI berkomitmen penuh mendukung program Presiden khususnya Swasembada Pangan berkelanjutan, terlibat aktif dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Juga memperkuat koperasi serta badan usaha tani, memimpin ekspansi ekspor hasil pertanian, dan memposisikan HKTI sebagai lembaga pemberi solusi nyata, atas berbagai permasalahan petani di lapangan.
Bagi kita di Kalimantan Barat, kata Norsan, terdapat empat tugas utama yang harus segera dieksekusi bersama.
Pertama, harus mengoptimalkan peran organisasi-organisasi otonom. Seperti Wanita Tani, Perempuan Tani, Pemuda Tani, Tani Merdeka dan Pengusaha Tani.
Kedua, menyelenggarakan kaderisasi hingga tingkat cabang secara masif.
Ketiga, memastikan seluruh kader terdaftar secara resmi, dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Digital HKTI.
Keempat, membentuk dan mengoptimalkan fungsi sekretariat DPD yang diselaraskan, dengan pengelolaan media sosial sebagai sarana publikasi modern.
Langkah gerak HKTI harus berlandaskan pada kondisi riil daerah, baik permasalahan maupun potensi riil yang ada.
“Apabila kita melihat evaluasi kinerja makroekonomi Kalimantan Barat tahun 2025, terdapat sejumlah capaian yang menunjukkan bahwa fondasi pembangunan daerah bergerak ke arah yang cukup positif,” ujar Ria Norsan.
Dijelaskannya, laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat tercatat sebesar 5,39 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.
Tingkat kemiskinan Kalimantan Barat berada pada angka 6,16 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 8,47 persen.
Tingkat pengangguran terbuka Kalimantan Barat sebesar 4,63 persen. Juga lebih baik dibandingkan tingkat nasional sebesar 4,74 persen.
Sementara itu, PDRB per kapita mencapai Rp56,98 juta dan Indeks Pembangunan Manusia berada pada angka 72,09, yang menunjukkan tren perbaikan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Barat.
“4 Capaian tersebut patut kita syukuri,” ujarnya.
Namun demikian, Hal yang paling mendasar bagi HKTI, adalah kenyataan bahwa 45,7% tenaga kerja di Kalimantan Barat, menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
“Sehingga penguatan sektor ini, merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas dan pemerataan ekonomi daerah,” kata Norsan menegaskan.
Melihat gambaran umum kependudukan dan struktur pertanian di Kalimantan Barat, saat ini sedang berada pada puncak Bonus Demografi hingga tahun 2035.
Kalimantan Barat dihadapkan pada tantangan struktur, di mana lebih dari 70% pelaku usaha pertanian berusia di atas 40 tahun, sementara proporsi petani milenial baru mencapai 28,84%.
Di sisi lain, meskipun jumlah Usaha Pertanian Perorangan (UTP) mengalami penurunan sebesar 17,22%, terjadi lonjakan signifikan pada Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) sebesar 11,67% dan Perusahaan Pertanian sebesar 48,78%.
Ini mengindikasikan bahwa, industrialisasi agrikultur di kawasan rural maupun urban Kalbar, sudah mulai bergerak dan membutuhkan pengawalan kelembagaan dari HKTI.
“Sebagai wujud konkret, Roadmap HKTI Kalbar dirancang melalui program jangka pendek dan jangka menengah, dengan pendekatan kolaborasi Pentahelix,” jelasnya.

Program Bagus HKTI
Sementara itu, Sekretaris DPD HKTI Kalbar, M Imanullah menegaskan, HKTI Kalbar memiliki program yang bagus.
Program jangka pendek, HKTI memfokuskan pelatihan Smart Farming bagi 500 petani muda, pemetaan kawasan produksi lokal berbasis GIS untuk pasokan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembentukan embrio Koperasi Tani di 3 sentra produksi, serta pemutakhiran data keanggotaan guna menekan penyimpangan pupuk subsidi.
Sebagai wujud aksi cepat, DPD HKTI Kalbar menetapkan Program Hasil Cepat unggulan, yaitu “Pengawalan Rantai Pasok Program Strategis 6 Nasional Makan Bergizi Gratis (ProSN MBG) di Provinsi Kalbar”.
“Melalui pilar digitalisasi dan penguatan ekonomi koperasi, HKTI mengambil peran vital pada Fase Pengadaan dengan mengonsolidasikan petani, peternak, nelayan, dan industri pengolahan lokal,” ujar Iman.
Target utama, adalah memobilisasi dan memastikan 50% hingga 60% dari total kebutuhan bahan baku pangan, untuk Satuan Pelayanan (SP) Makan Bergizi Gratis, dipasok secara langsung dari hasil produksi petani, peternak, dan nelayan lokal Kalimantan Barat.
“Selain memberi kepastian serapan produk petani nelayan, hal ini juga diharapkan dapat menumbuh kembangkan jiwa entrepreneur muda di Kalbar, agar sektor pertanian menjadi sektor yang menguntungkan dan menarik secara ekonomi,” katanya.
Hal tersebut, kata Iman, haruslah dicapai dengan melakukan kolaborasi semua pihak, harus dikolaborasikan dengan program pemerintah yang sudah berjalan saat ini.
Seperti, Program Prioritas Gema Membangun Desa, dimana Pemprov Kalbar melakukan pelayanan secara langsung di desa-desa.
Program ini dapat dimanfaatkan oleh HKTI untuk melakukan pendataan, sosialisasi hingga pemetaan potensi di pelosok-pelosok Kalimantan Barat.
“Yang selanjutnya menjadi bahan kebijakan yang akan dipadukan dengan program kerja HKTI,” pungkasnya.(ril)***
