Jadi Bagian Meratus UNESCO Global Geopark, Wisata Batu Laki Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Wisata Batu Laki

BANJARMASIN, borneoreview.co – Situs Batu Gamping Batu Laki, di Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan menjadi salah satu situs dalam kawasan Meratus UNESCO Global Geopark, yang kini mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Pengelola Situs Batu Gamping Batu Laki, Muhammad Arsad, mengatakan aktivitas wisata di kawasan tersebut telah memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

“Adanya lanting wisata memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pengunjung yang datang menikmati pemandangan dan alam yang ada di sini juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya di Hulu Sungai Selatan, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, daya tarik Batu Laki tidak terlepas dari kondisi alamnya yang masih terjaga.

Pemandangan kawasan, sungai, serta suasana alam menjadi bagian yang menarik minat pengunjung untuk datang dan menikmati kawasan tersebut.

Karena itu, menurutnya, menjaga lingkungan merupakan bagian penting dalam mempertahankan keberlangsungan aktivitas wisata di Batu Laki.

Lingkungan yang terpelihara menjadi dasar bagi keberlangsungan daya tarik wisata.

Dengan demikian, manfaat ekonomi yang muncul dari aktivitas kunjungan wisatawan juga dapat terus dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Menurut pengelola situs Akhmad Setia Budi, mengatakan keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan kawasan.

“Lingkungan harus tetap dijaga karena dari lingkungan yang terjaga masyarakat juga mendapatkan hasil dan manfaat,” katanya.

Ia menilai, kelestarian alam dan manfaat ekonomi masyarakat merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan apabila kawasan wisata dikelola secara berkelanjutan.

Batu Laki menunjukkan bagaimana potensi alam dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat tanpa mengesampingkan aspek pelestarian lingkungan.

Lanting menjadi salah satu sarana yang mempertemukan kepentingan wisatawan dengan masyarakat lokal.

Bagi pengunjung, lanting menawarkan kesempatan menikmati kawasan dari perspektif yang berbeda. Sementara bagi masyarakat, keberadaan aktivitas wisata membuka ruang untuk memperoleh manfaat ekonomi dari potensi yang dimiliki kawasan.

Pengembangan wisata seperti ini juga sejalan dengan prinsip pengelolaan Meratus UNESCO Global Geopark yang menghubungkan aspek konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi masyarakat.

Dengan tetap menjadikan kelestarian lingkungan sebagai fondasi, aktivitas wisata di Batu Laki diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat di sekitarnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *